
seseorang yang berpisah dengan pasangannya./Magnific/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Perpisahan hampir selalu dipandang sebagai sesuatu yang menyakitkan. Ketika sebuah hubungan berakhir, yang sering muncul adalah rasa kehilangan, kesedihan, penyesalan, bahkan pertanyaan seperti, “Bukankah seharusnya kami bertahan?” Dalam banyak kasus, mempertahankan hubungan memang dapat menjadi pilihan yang sehat, terutama ketika kedua pasangan masih memiliki rasa aman, saling menghormati, dan kemauan untuk memperbaiki masalah.
Namun, psikologi hubungan juga menunjukkan bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan. Ada situasi ketika terus bersama justru membuat kedua orang semakin terluka, kehilangan diri sendiri, atau terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat.
Karena itu, perpisahan tidak selalu berarti kegagalan. Dalam kondisi tertentu, mengakhiri hubungan dapat menjadi keputusan yang memberikan ruang bagi seseorang untuk memulihkan diri, berkembang, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat.
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (27/9), terdapat enam alasan mengapa perpisahan terkadang bisa menjadi pilihan yang lebih sehat bagi suatu pasangan.
1. Ketika Hubungan Lebih Banyak Menimbulkan Luka daripada Rasa Aman
Salah satu fungsi penting hubungan romantis adalah memberikan rasa aman secara emosional. Pasangan idealnya menjadi seseorang yang membuat kita merasa dihargai, didengar, dan diterima.
Tentu saja, setiap hubungan memiliki konflik. Perbedaan pendapat, pertengkaran, rasa kecewa, dan periode sulit merupakan bagian yang cukup normal dalam kehidupan pasangan. Masalahnya bukan sekadar apakah pasangan pernah bertengkar, tetapi bagaimana konflik tersebut berlangsung dan apakah hubungan masih memberikan rasa aman.
Jika hubungan secara konsisten dipenuhi penghinaan, ancaman, manipulasi, kontrol berlebihan, atau ketakutan, situasinya menjadi berbeda.
Seseorang mungkin mulai merasa harus berhati-hati dalam berbicara karena takut pasangan marah. Ia mungkin terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri atau merasa tidak pernah cukup baik. Dalam hubungan yang sangat tidak sehat, seseorang bahkan dapat kehilangan kemampuan untuk membedakan antara kasih sayang dan perlakuan yang menyakitkan.
Dalam kondisi seperti itu, mempertahankan hubungan hanya karena takut kehilangan belum tentu merupakan pilihan yang sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022