Ilustrasi, kebiasaan pagi hari. Magnific/ benzoix.
JawaPos.com - Ada banyak cara seseorang menghabiskan pagi hari.
Kebiasaan ini dipengaruhi oleh kewajiban sehari-hari serta pola pikir masing-masing orang.
Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Selasa (29/9), mari lihat perbedaan kebiasaan Generasi Baby Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z dalam menghabiskan waktu pagi hari mereka.
Generasi Baby Boomer
Mereka yang lahir tahun 1946–1964 memanfaatkan kesempatan untuk bangun lebih siang, karena kebanyakan dari mereka sudah memasuki usia pensiun.
Jadi, mereka memanfaatkan waktu pagi hari dengan sebaik-baiknya.
Bukan untuk bergegas bekerja, melainkan untuk bersantai.
Bisa dengan tidur lebih lama dan memulihkan energi tubuh.
Bisa juga dengan menyantap sarapan bergizi seimbang atau berolahraga ringan, seperti berjalan kaki atau sekadar melakukan peregangan.
Banyak juga dari mereka yang memantau berita setiap hari melalui berbagai saluran, seperti televisi, media daring, atau surat kabar.
Tapi, sekitar 13 persen Baby Boomer masih memilih membaca koran fisik di pagi hari alih-alih beralih ke platform yang berbasis teknologi.
Bagi mereka, yang terpenting adalah tetap menjalani hidup dengan membumi sembari menikmati momen-momen sederhana.
Meski tidak lagi bekerja, namun mereka tetap mengisi hari-hari dengan berbagai aktivitas yang mereka nikmati.
Generasi X
Mereka memanfaatkan waktu pagi hari dengan membangun motivasi dan menata segala sesuatunya.
Mungkin karena sebagian besar kelahiran tahun 1965–1980 masih aktif bekerja atau harus mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
Jadi, pagi hari menjadi kunci bagi mereka untuk tetap teratur.
Alih-alih mematikan dan menunda alarm, mereka langsung bangun dan bersiap memulai hari.
Mereka menyusun agenda harian jauh-jauh hari atau pada malam sebelumnya atau tepat di pagi hari itu juga.
Ini menjadikan mereka terbiasa bangun pagi, baik karena tuntutan keadaan maupun kedisiplinan diri.
Namun, semangat pantang menyerah ini tidak mungkin ada tanpa bantuan secangkir kopi.
Bayangan akan nikmatnya secangkir kopi yang baru diseduh membuat bangun pagi mereka terasa lebih mudah.
Menurut studi National Coffee Association tahun 2021, sekitar 64 persen Gen X rutin minum kopi.
Meski masih menyukai kopi yang bisa diseduh di rumah, tapi kini mereka semakin tertarik pada kemudahan akses ke kedai kopi serta beragam cita rasa unik dari minuman berbasis espresso.
Tambahan energi tersebut membangkitkan semangat untuk menjalani rutinitas kerja kantoran maupun mengantar anak-anak ke sekolah.
Generasi Milenial
Mereka yang lahir tahun 1981–1996 berusaha untuk bersantai saat baru bangun tidur.
Alih-alih langsung meraih ponsel begitu alarm berbunyi, kaum Milenial kini lebih memilih menjalani pagi hari yang santai dengan aktivitas seperti membaca, berjalan kaki, atau bermeditasi.
Mungkin, dulu mereka masif di dunia maya, namun, kini mereka menjalani hari tanpa layar atau membatasi penggunaannya.
Itulah tren terbaru yang dianggap keren oleh Generasi Milenial saat ini.
Tren lainnya, mereka yang kini mayoritas berusia 30-an dan 40-an kini beralih mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak daripada minum jus.
Kemudian, menerapkan pola makan yang penuh kesadaran atau mindful eating sebagai upaya mengimbangi kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.
Gen Z
Siapa sangka, kelahiran 1997–2012 justru yang bangun lebih pagi dari pendahulunya.
Ironinya, mereka sering kali dicap sebagai generasi pemalas.
Padahal, kenyataannya, rutinitas pagi Gen Z justru menunjukkan hal sebaliknya.
Dengan rentang usia antara 14 - 29 tahun, Gen Z berfokus untuk menjadi pelajar, karyawan, dan anggota keluarga yang baik.
Ini dibuktikan dari sebuah survei yang menyebutkan sekitar 45 persen Gen Z bekerja secara purnawaktu dan diperkirakan tahun 2030, mereka akan mengisi 30 persen dari total angkatan kerja.
Rutinitas pagi yang terburu-buru membuat Gen Z sering melewatkan sarapan dan olahraga.
Bahkan, lebih dari 80 persen dari mereka tidak berolahraga di pagi hari.
Tapi, Gen Z justru sangat memedulikan kesehatan fisik mereka.
Terbukti sekitar 44 persen Gen Z menjadikan kebugaran salah satu prioritas utama pengeluaran mereka.
Tidak heran bila pusat kebugaran kini dipenuhi oleh anggota Gen Z. Namun, mereka lebih memilih melakukannya di malam hari.
Meski mereka terbiasa terjaga hingga larut malam atau dini hari, mereka tetap mampu menjalani aktivitas pagi hari dengan lancar serta mengadopsi pola pikir yang lebih santai dan fleksibel.
Lebih dari 60 persen dari Gen Z memilih tidak membuat rencana harian secara tertulis, melainkan hanya mengingat daftar tugas di kepala mereka.
Cara tersebut terbukti efektif bagi generasi muda ini, yang tampaknya selalu harus menangani berbagai hal secara bersamaan.***