
Ilustrasi lemak otot memicu risiko penyakit jantung./Pexels.com
JawaPos.com - Anggapan bahwa penyakit jantung dan gangguan metabolisme hanya mengintai individu dengan berat badan berlebih atau obesitas masih melekat kuat di masyarakat.
Banyak orang yang memiliki bentuk tubuh ideal atau cenderung kurus merasa aman dari ancaman penyakit kardiovaskular.
Padahal, penumpukan lemak tidak hanya terjadi di bawah kulit (subcutaneous fat) atau di sekitar organ perut (visceral fat), melainkan juga dapat menyusup ke dalam jaringan otot skeletal, kondisi yang dikenal sebagai penumpukan lemak intermuskular.
Melansir dari laman National Institutes of Health pada Selasa (29/09), keberadaan lemak ekstra di dalam jaringan otot berhubungan langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tanpa memandang berapapun angka timbangan atau indeks massa tubuh (IMT).
Penumpukan dan akumulasi lemak di antara serat otot skeletal memicu gangguan metabolik lokal yang merusak kualitas otot dan memicu peradangan sistemik derajat rendah (low grade inflammation).
Penelitian kardiovaskular menunjukkan bahwa deposit lemak otot ini mengganggu sinyal insulin, sehingga memicu resistensi insulin dan mempercepat proses aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.
Pendekatan berbasis pencitraan medis terbukti secara klinis bahwa tingginya kadar lemak otot berkorelasi signifikan dengan peningkatan tekanan darah, kekakuan arteri, serta gangguan profil lipid yang membahayakan kesehatan jantung jangka panjang.
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai bahaya lemak otot yang perlu diwaspadai:
Individu berbadan kurus dapat memiliki persentase lemak internal yang tinggi akibat kurangnya massa otot dan gaya hidup kurang bergerak (sedentary lifestyle).
Lemak yang menyusup ke otot ini bertindak sebagai jaringan aktif yang merusak fungsi metabolisme.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022