
seseorang yang memiliki kekuasaan yang lebih rendah./Magnific/dmitrytph
JawaPos.com - Di banyak tempat kerja, perempuan telah memiliki pendidikan, kompetensi, dan pengalaman profesional yang sama dengan laki-laki. Namun, representasi perempuan pada posisi dengan kewenangan terbesar—seperti pimpinan senior, pengambil keputusan strategis, atau posisi yang memiliki kontrol besar terhadap sumber daya—sering kali masih lebih rendah.
Fenomena ini menarik untuk dipahami melalui perspektif psikologi. Mengapa seseorang yang memiliki kemampuan dan prestasi yang baik belum tentu memperoleh pengaruh, kewenangan, atau posisi yang sebanding?
Jawabannya tidak sederhana. Psikologi menunjukkan bahwa kekuasaan di tempat kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kekuasaan juga berkaitan dengan persepsi, hubungan sosial, norma gender, keberanian mengambil risiko, akses terhadap jaringan, cara seseorang berkomunikasi, serta bagaimana organisasi menilai perilaku tertentu.
Penting untuk digarisbawahi bahwa penjelasan berikut bukan berarti perempuan secara alami kurang mampu memimpin atau kurang cocok memegang kekuasaan. Justru, banyak perbedaan yang terlihat di tempat kerja dapat muncul karena lingkungan sosial membentuk ekspektasi yang berbeda terhadap perempuan dan laki-laki.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (2/10), terdapat enam faktor psikologis yang membantu menjelaskan fenomena tersebut.
1. Stereotip Gender Membentuk Persepsi tentang Siapa yang "Terlihat Seperti Pemimpin"
Salah satu faktor penting dalam psikologi sosial adalah stereotip.
Masyarakat sering memiliki gambaran tertentu mengenai seperti apa seorang pemimpin seharusnya. Pemimpin ideal biasanya diasosiasikan dengan sifat seperti tegas, dominan, percaya diri, berani mengambil keputusan, kompetitif, dan mampu mengendalikan situasi.
Masalahnya, karakteristik tersebut secara tradisional lebih sering diasosiasikan dengan maskulinitas.
Pada saat yang sama, perempuan sering diharapkan memiliki karakter yang berbeda: ramah, kooperatif, empatik, hangat, dan tidak terlalu agresif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022