Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21.51 WIB

6 Alasan Mengapa Perempuan Memiliki Kekuasaan Lebih Rendah di Tempat Kerja Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki kekuasaan yang lebih rendah./Magnific/dmitrytph - Image

seseorang yang memiliki kekuasaan yang lebih rendah./Magnific/dmitrytph

JawaPos.com - Di banyak tempat kerja, perempuan telah memiliki pendidikan, kompetensi, dan pengalaman profesional yang sama dengan laki-laki. Namun, representasi perempuan pada posisi dengan kewenangan terbesar—seperti pimpinan senior, pengambil keputusan strategis, atau posisi yang memiliki kontrol besar terhadap sumber daya—sering kali masih lebih rendah.

Fenomena ini menarik untuk dipahami melalui perspektif psikologi. Mengapa seseorang yang memiliki kemampuan dan prestasi yang baik belum tentu memperoleh pengaruh, kewenangan, atau posisi yang sebanding?

Jawabannya tidak sederhana. Psikologi menunjukkan bahwa kekuasaan di tempat kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kekuasaan juga berkaitan dengan persepsi, hubungan sosial, norma gender, keberanian mengambil risiko, akses terhadap jaringan, cara seseorang berkomunikasi, serta bagaimana organisasi menilai perilaku tertentu.

Penting untuk digarisbawahi bahwa penjelasan berikut bukan berarti perempuan secara alami kurang mampu memimpin atau kurang cocok memegang kekuasaan. Justru, banyak perbedaan yang terlihat di tempat kerja dapat muncul karena lingkungan sosial membentuk ekspektasi yang berbeda terhadap perempuan dan laki-laki.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (2/10), terdapat enam faktor psikologis yang membantu menjelaskan fenomena tersebut.

1. Stereotip Gender Membentuk Persepsi tentang Siapa yang "Terlihat Seperti Pemimpin"

Salah satu faktor penting dalam psikologi sosial adalah stereotip.

Masyarakat sering memiliki gambaran tertentu mengenai seperti apa seorang pemimpin seharusnya. Pemimpin ideal biasanya diasosiasikan dengan sifat seperti tegas, dominan, percaya diri, berani mengambil keputusan, kompetitif, dan mampu mengendalikan situasi.

Masalahnya, karakteristik tersebut secara tradisional lebih sering diasosiasikan dengan maskulinitas.

Pada saat yang sama, perempuan sering diharapkan memiliki karakter yang berbeda: ramah, kooperatif, empatik, hangat, dan tidak terlalu agresif.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore