Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06.54 WIB

6 Hal yang Harus Dilakukan Saat Atasan Memberikan Pesan yang Bertolak Belakang Menurut Psikologi

seseorang yang mendapat pesan dari atasan./Magnific/wayhomestudio - Image

seseorang yang mendapat pesan dari atasan./Magnific/wayhomestudio

JawaPos.com - Pernahkah atasan meminta Anda melakukan sesuatu, tetapi beberapa waktu kemudian justru memberikan arahan yang tampaknya berlawanan?

Misalnya, pagi hari Anda diminta menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Namun, ketika pekerjaan sudah hampir selesai, atasan mengatakan bahwa hasilnya terlalu terburu-buru dan seharusnya lebih teliti. Atau, Anda diminta mengambil inisiatif dalam sebuah proyek, tetapi ketika mengambil keputusan sendiri, Anda justru ditegur karena dianggap tidak berkonsultasi terlebih dahulu.

Situasi seperti ini bisa membingungkan. Lebih dari sekadar persoalan pekerjaan, pesan yang bertolak belakang dapat menimbulkan tekanan psikologis. Karyawan mungkin mulai mempertanyakan dirinya sendiri: "Sebenarnya atasan saya menginginkan apa?", "Apakah saya yang salah memahami instruksi?", atau bahkan "Apa pun yang saya lakukan sepertinya tetap salah."

Dalam psikologi organisasi, komunikasi yang tidak konsisten dapat berkaitan dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai peran dan ekspektasi pekerjaan. Ketidakjelasan seperti ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat membuat seseorang lebih sulit menentukan tindakan yang tepat.

Namun, ketika menghadapi pesan yang bertolak belakang dari atasan, respons yang paling membantu biasanya bukan langsung bereaksi secara emosional. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar situasi menjadi lebih jelas sekaligus melindungi hubungan profesional.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (1/10), terdapat enam hal yang dapat dilakukan.

1. Jangan langsung menganggap bahwa Anda yang salah

Ketika menerima instruksi yang berubah atau tampak saling bertentangan, reaksi pertama yang sering muncul adalah menyalahkan diri sendiri.

"Mungkin saya kurang memahami."

"Mungkin saya terlalu sensitif."

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore