
seseorang yang bermain dengan hewan peliharaan./Magnific/natashasafronova1986
JawaPos.com - Bagi banyak anak, hewan peliharaan bukan sekadar penghuni rumah. Anjing, kucing, kelinci, burung, ikan, atau hewan lainnya sering kali menjadi teman bermain, tempat bercerita, bahkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka.
Aktivitas sederhana seperti bermain dengan kucing menggunakan mainan, mengajak anjing berjalan-jalan, memberi makan kelinci, atau sekadar membelai hewan peliharaan ternyata dapat memberikan pengalaman psikologis yang berharga bagi anak. Interaksi tersebut bukan hanya menyenangkan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar tentang emosi, tanggung jawab, hubungan sosial, dan cara mengelola stres.
Dalam psikologi perkembangan, masa kanak-kanak merupakan periode penting ketika berbagai kemampuan sosial dan emosional sedang berkembang dengan pesat. Lingkungan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi secara positif dengan makhluk hidup lain dapat menjadi salah satu pengalaman yang mendukung proses tersebut.
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (27/9), terdapat enam alasan mengapa bermain dengan hewan peliharaan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan psikologis anak.
1. Membantu Anak Belajar Mengenali dan Mengelola Emosi
Anak-anak masih belajar memahami apa yang mereka rasakan. Mereka mungkin merasa senang, sedih, kecewa, takut, marah, atau cemas, tetapi belum selalu mampu menjelaskan emosi tersebut dengan kata-kata.
Interaksi dengan hewan peliharaan dapat memberikan pengalaman emosional yang sederhana dan mudah dipahami. Ketika anak membelai kucing yang sedang tenang, bermain dengan anjing yang antusias, atau melihat kelinci bergerak di sekitar mereka, anak mendapatkan kesempatan untuk memperhatikan berbagai respons dan perilaku.
Bagi sebagian anak, hewan peliharaan juga dapat menjadi sumber rasa nyaman. Ketika sedang sedih atau mengalami hari yang kurang menyenangkan, berada di dekat hewan yang mereka sukai dapat memberikan pengalaman yang menenangkan.
Aktivitas fisik seperti membelai atau bermain juga dapat membantu mengalihkan perhatian anak dari situasi yang membuat mereka tertekan. Yang tidak kalah penting, anak belajar bahwa emosi merupakan sesuatu yang dapat dialami dan dikelola, bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan.
Orang tua dapat memanfaatkan momen tersebut untuk membantu anak memberi nama pada perasaannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022