Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 04.29 WIB

Hati-Hati, 9 Kalimat Ini Bisa Membuatmu Terlihat Minder di Hadapan Orang Lain

Ilustrasi ungkapan yang secara tidak sadar menunjukkan rasa tidak percaya diri (freepik) - Image

Ilustrasi ungkapan yang secara tidak sadar menunjukkan rasa tidak percaya diri (freepik)

JawaPos.com – Cara seseorang berbicara ternyata dapat memengaruhi bagaimana dirinya dipersepsikan oleh orang lain. Selain isi pembicaraan, pilihan kata, nada suara, dan cara menyampaikan pendapat juga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kenyamanan seseorang saat berinteraksi.

Dalam percakapan sehari-hari, ada sejumlah ungkapan yang kerap terlontar secara spontan. Sekilas, kalimat tersebut mungkin terdengar biasa saja. Namun, jika digunakan secara berlebihan atau terus-menerus dalam situasi tertentu, ungkapan itu bisa mencerminkan keraguan terhadap kemampuan diri maupun kekhawatiran akan penilaian orang lain.

Dikutip dari The Expert Editor, terdapat sembilan ungkapan yang dapat dikaitkan dengan rasa kurang percaya diri. Meski demikian, satu kalimat saja tidak cukup untuk menilai kepribadian seseorang karena maknanya juga bergantung pada konteks dan kebiasaan komunikasi masing-masing.

1. "Saya Mungkin Salah, tetapi..."

Mengawali pendapat dengan kalimat tersebut memang bisa menunjukkan sikap berhati-hati. Akan tetapi, jika terlalu sering dilakukan, ungkapan ini dapat memberikan kesan bahwa seseorang meragukan pemikirannya sendiri sebelum orang lain sempat menanggapinya.

Orang yang terbiasa menggunakan kalimat ini mungkin merasa khawatir pendapatnya dianggap keliru atau tidak cukup penting untuk didengarkan.

Padahal, menyampaikan gagasan tidak harus diawali dengan merendahkan kemampuan diri. Kamu bisa mengutarakan pendapat secara langsung sambil tetap terbuka terhadap masukan, misalnya, "Menurut saya, pendekatan ini bisa menjadi pilihan karena beberapa alasan."

2. "Jangan Tersinggung, tetapi..."

Kalimat ini sering digunakan sebelum menyampaikan kritik atau pendapat yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain. Sayangnya, ungkapan tersebut tidak otomatis membuat perkataan setelahnya terdengar lebih sopan.

Dalam situasi tertentu, kebiasaan ini dapat menunjukkan bahwa seseorang menyadari perkataannya berpotensi menimbulkan konflik, tetapi belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikannya.

Daripada menggunakan pengantar tersebut, kamu bisa mengutarakan pendapat dengan bahasa yang lebih bijaksana. Fokuslah pada persoalan yang ingin dibahas tanpa menyerang karakter orang lain.

3. "Saya Cuma Bercanda!"

Ungkapan ini biasanya muncul ketika lelucon yang disampaikan tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan. Alih-alih mengakui bahwa perkataannya mungkin menyakiti orang lain, seseorang justru berlindung di balik alasan bahwa dirinya hanya bercanda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore