Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.10 WIB

Bukan Sekadar Suka Main HP, 7 Hal Ini Kerap Salah Dipahami Baby Boomer tentang Gen Z

Ilustrasi hal yang sering disalahpahami generasi baby boomer tentang milenial dan Gen Z (The Expert Edtitor)

JawaPos.com – Perbedaan pandangan antargenerasi kerap memunculkan perdebatan, terutama ketika membicarakan gaya hidup dan pilihan anak muda. Generasi milenial dan Gen Z tidak jarang mendapat cap kurang tangguh, terlalu nyaman, atau lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan generasi sebelumnya.

Namun, penilaian tersebut belum tentu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Perubahan teknologi, kondisi ekonomi, serta perkembangan nilai sosial telah membentuk pengalaman hidup yang berbeda bagi setiap generasi. Sesuatu yang dianggap wajar pada masa lalu belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Dilansir dari laman The Expert Editor, ada tujuh hal yang kerap disalahpahami generasi Baby Boomer ketika melihat perilaku milenial dan Gen Z. Sejumlah perbedaan tersebut berkaitan dengan cara memandang pekerjaan, kesehatan mental, hubungan asmara, hingga kondisi finansial.

Lantas, apa saja hal yang sering menimbulkan kesalahpahaman antargenerasi tersebut? Berikut ulasannya.

1. Mengutamakan Keseimbangan Hidup Bukan Berarti Malas Bekerja

Sebagian orang menganggap pekerja muda kurang memiliki etos kerja ketika mereka menolak lembur berlebihan atau memilih pekerjaan yang memberikan waktu istirahat memadai. Padahal, keputusan tersebut tidak selalu mencerminkan keengganan untuk bekerja keras.

Bagi sebagian milenial dan Gen Z, keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan atau besarnya penghasilan. Waktu bersama keluarga, kesehatan fisik, dan kesempatan menjalani kehidupan pribadi juga menjadi pertimbangan penting.

Mereka cenderung ingin menyelesaikan pekerjaan secara efektif tanpa harus mengorbankan seluruh waktu di luar jam kerja. Pandangan ini menunjukkan adanya perbedaan prioritas mengenai arti kesuksesan dan kehidupan yang seimbang.

Meski begitu, setiap individu memiliki etos kerja yang berbeda. Keinginan menjaga keseimbangan hidup tidak otomatis membuat seseorang lebih rajin ataupun lebih malas dibandingkan generasi lainnya.

2. Penggunaan Teknologi Tidak Selalu Membuat Mereka Antisosial

Kebiasaan menggunakan ponsel dan berkomunikasi melalui internet terkadang membuat generasi muda dianggap kurang mampu membangun interaksi secara langsung. Padahal, teknologi juga menyediakan banyak cara untuk mempertahankan hubungan sosial.

Melalui aplikasi pesan, panggilan video, dan media sosial, mereka dapat berkomunikasi dengan keluarga atau teman yang tinggal berjauhan. Platform digital juga memungkinkan terbentuknya komunitas berdasarkan minat, profesi, maupun kepedulian terhadap isu tertentu.

Bagi milenial dan Gen Z, komunikasi daring telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk bekerja sama, berbagi informasi, bahkan menginisiasi kegiatan sosial.

Namun, penggunaan teknologi tetap membutuhkan keseimbangan. Interaksi digital memang memudahkan komunikasi, tetapi tidak selalu dapat menggantikan seluruh manfaat pertemuan secara langsung.

3. Membicarakan Kesehatan Mental Bukan Berarti Tidak Tangguh

Pada masa lalu, sebagian orang terbiasa menghadapi tekanan dengan menyimpan masalah sendiri. Membicarakan kecemasan, kelelahan emosional, atau stres bahkan terkadang dianggap sebagai tanda kelemahan.

Kini, kesadaran mengenai kesehatan mental semakin banyak dibicarakan, termasuk di kalangan milenial dan Gen Z. Mereka lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi emosional dan mencari bantuan ketika merasa kesulitan menghadapi tekanan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore