Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 20.17 WIB

Scrolling Tanpa Henti hingga Mengejar Validasi, Ini 8 Kebiasaan yang Mengikis Harga Diri

Perilaku merusak harga diri jika membandingkan hidup dengan orang lain di dunia online - Image

Perilaku merusak harga diri jika membandingkan hidup dengan orang lain di dunia online

JawaPos.com – Media sosial memudahkan seseorang melihat berbagai pengalaman dan pencapaian orang lain hanya melalui layar ponsel. Namun, kebiasaan mengamati kehidupan orang lain secara berlebihan dapat membuat seseorang mulai meragukan kualitas hidupnya sendiri.

Unggahan tentang liburan mewah, pencapaian karier, hubungan romantis, hingga penampilan yang terlihat sempurna terkadang memunculkan perasaan bahwa kehidupan pribadi belum cukup baik. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri tersebut bisa memengaruhi cara seseorang memandang kemampuan dan nilai dirinya.

Padahal, apa yang ditampilkan di dunia maya belum tentu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Banyak unggahan hanya memperlihatkan momen tertentu yang telah dipilih untuk dibagikan, sementara kesulitan dan persoalan pribadi tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan membandingkan diri dapat membuat seseorang lebih fokus pada kekurangan daripada menghargai perkembangan yang sudah dicapai. Oleh karena itu, penting untuk mengenali perilaku digital yang berpotensi mengganggu kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat delapan perilaku yang dapat mengikis harga diri ketika seseorang terus membandingkan kehidupannya dengan orang lain di dunia maya. Berikut ulasannya.

1. Terus Menggulir Media Sosial Tanpa Batas

Kebiasaan membuka media sosial selama berjam-jam dapat membuat seseorang terpapar berbagai gambaran kehidupan yang terlihat ideal. Mulai dari perjalanan ke luar negeri hingga keberhasilan dalam pekerjaan, semua itu bisa membentuk standar yang sulit dicapai jika dijadikan ukuran kehidupan pribadi.

Semakin lama seseorang mengamati unggahan semacam ini, semakin besar pula kemungkinan dirinya merasa tertinggal atau kurang beruntung. Ia mungkin mulai mempertanyakan pencapaian, penampilan, dan pengalaman yang dimiliki.

Untuk mengurangi dampaknya, cobalah menetapkan batas waktu penggunaan media sosial. Memilih waktu tertentu untuk membuka aplikasi dan mengisi waktu luang dengan kegiatan di luar layar juga dapat membantu mengurangi kebiasaan membandingkan diri.

2. Terus-Menerus Membandingkan Kehidupan dengan Orang Lain

Melihat teman mengunjungi tempat wisata populer atau memperoleh pekerjaan impian terkadang membuat seseorang merasa kehidupannya berjalan lebih lambat. Padahal, setiap individu mempunyai kondisi, kesempatan, dan perjalanan hidup yang berbeda.

Kebiasaan membandingkan diri menjadi melelahkan ketika pencapaian orang lain selalu digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai keberhasilan pribadi. Apa pun yang sudah diraih terasa kurang karena perhatian terus tertuju pada hal-hal yang belum dimiliki.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore