Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 22.50 WIB

7 Perilaku yang Bisa Menandakan Anda Terlalu Bergantung pada Pengakuan Orang Lain

ilustrasi orang yang kurang percaya diri. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Mempertimbangkan pendapat orang lain merupakan bagian wajar dari kehidupan sosial. Kita tentu ingin diterima, dihargai, dan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar. Namun, keinginan tersebut bisa menjadi beban ketika setiap keputusan harus disesuaikan dengan harapan orang lain.

Kebiasaan mencari persetujuan dari lingkungan dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, menilai dirinya sendiri, hingga menentukan pilihan hidup. Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan bisa mengesampingkan keinginan pribadi hanya demi menghindari kritik atau menjaga citra di hadapan orang lain.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh perilaku yang bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang terlalu memikirkan bagaimana dirinya dinilai orang lain. Meski bukan ukuran mutlak kondisi psikologis seseorang, tanda-tanda ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun kepercayaan diri dan hubungan sosial yang lebih sehat.

1. Sering Meragukan Keputusan Sendiri

Rasa ragu sesekali merupakan hal yang wajar, terutama ketika harus menentukan pilihan penting. Namun, jika Anda terus-menerus mempertanyakan keputusan sendiri karena takut dianggap salah atau mendapat penilaian buruk, kebiasaan ini patut diperhatikan.

Anda mungkin sudah mempertimbangkan pilihan dengan matang, tetapi tetap merasa tidak tenang sebelum memperoleh persetujuan dari orang lain. Bahkan, keputusan sederhana bisa terasa rumit karena terlalu banyak memikirkan kemungkinan komentar orang di sekitar.

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat Anda kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan sendiri. Belajar menerima bahwa tidak semua keputusan akan disukai orang lain dapat menjadi langkah awal untuk lebih mandiri.

2. Sulit Mengatakan Tidak meski Merasa Keberatan

Apakah Anda sering menyanggupi permintaan orang lain meskipun sebenarnya sedang lelah atau tidak memiliki waktu? Jika iya, salah satu penyebabnya mungkin adalah kekhawatiran akan mengecewakan atau membuat mereka tidak lagi menyukai Anda.

Keinginan menjaga hubungan memang baik, tetapi terus-menerus mengabaikan kebutuhan pribadi dapat menimbulkan kelelahan emosional. Anda mungkin merasa harus selalu tersedia agar tetap dianggap sebagai teman, pasangan, atau rekan kerja yang baik.

Mengatakan tidak bukan berarti bersikap egois. Dengan menyampaikan batasan secara sopan dan jelas, Anda tetap dapat menghargai orang lain tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.

3. Terus Memikirkan Percakapan yang Sudah Berlalu

Setelah bertemu seseorang, Anda mungkin berulang kali mengingat percakapan yang baru saja terjadi. Anda memikirkan apakah perkataan tertentu terdengar aneh, apakah ekspresi wajah terlihat tidak menyenangkan, atau apakah lawan bicara merasa tersinggung.

Memikirkan kembali suatu interaksi sesekali dapat membantu seseorang belajar dari pengalaman. Namun, kebiasaan menganalisis setiap detail secara berlebihan bisa melelahkan, terutama jika Anda terus membuat dugaan negatif tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain.

Cobalah membedakan fakta dan asumsi. Tidak semua jeda dalam percakapan berarti kecanggungan, dan tidak setiap perubahan ekspresi menunjukkan bahwa seseorang sedang menilai Anda secara negatif.

4. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Melihat pencapaian orang lain terkadang dapat memotivasi seseorang untuk berkembang. Akan tetapi, perbandingan yang terus-menerus justru bisa membuat Anda merasa tertinggal atau tidak cukup baik.

Kondisi ini dapat semakin terasa ketika Anda menjadikan popularitas, penampilan, karier, atau pencapaian orang lain sebagai ukuran utama keberhasilan pribadi. Anda mungkin sulit menikmati kemajuan sendiri karena selalu menemukan seseorang yang tampak lebih unggul.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore