
Ilustrasi penularan penyakit zoonosis dari hewan ke manusia.
JawaPos.com - Masyarakat harus mewaspadai bakteri atau virus penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Beberapa tahun terakhir misalnya, virus flu burung sebagai salah satu penyakit zoonosis terus diperangi oleh dunia, termasuk Indonesia.
Zoonosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh organisme infeksius seperti virus, bakteri, dan parasit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, atau sebaliknya. Cara penularan penyakit dari satwa ke manusia dapat melalui berbagai vektor, seperti organisme yang membawa patogen dari satu inang ke inang lain. Vektor yang dapat membawa penyakit ke manusia antara lain serangga.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis, sebagai salah satu rangkaian acara Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting, 5-8 November di Nusa Dua, Bali. Sebanyak 14 negara yang tergabung dalam Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP) hadir membahas pencapaian dan rencana aksi implementasi 2014-2019.
"Rencana aksi implementasi ini menjadi salah satu hal penting yang dicapai oleh kepemimpinan Indonesia dalam forum internasional pengendalian penyakit zoonosis. Bagaimana enanganan penyakit zoonosis, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta komitmen jangka panjang penanganan tanggap darurat zoonosis," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati dalam keterangan tertulis, Selasa (6/11).
Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, mengatakan telah ada sistem kewaspadaan dini dan respons yang terintegrasi untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia. Salah satu keberhasilan dalam pengendalian zoonosis adalah dengan menurunnya angka kasus pada flu burung pada manusia.
Selain pencegahan, tim memastikan deteksi dan pengobatan sebagai respon dari kesehatan orang secara keseluruhan yang dipengaruhi oleh kesehatan hewan termasuk satwa liar.
Asisten Deputi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Naalih Kalsum mengatakan sudah banyak upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya di bidang kesehatan terpadu dalam menanggulangi ancaman kesehatan global, khususnya zoonosis. Salah satunya dengan menginisiasi kerjasama lintas sektor.
Naalih menambahkan, kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis ini juga diwujudkan melalui kerjasama program Emerging-Pandemic Threats (EPT-2) dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
“Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi adalah koordinasi, advokasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022