
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke pada warga saat vaksinasi COVID-19 massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemprov DKI Jakarta menggelar program Serbuan Vaksin Massal yang diperuntukan bagi warga minimal
JawaPos.com - Kabar baik bagi Anda yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Anda jauh lebih sedikit menulari virus pada orang lain. Hal itu ditegaskan oleh Ahli Penyakit Menular Amerika Serikat dr. Anthony Fauci.
Dilansir dari Science Times, Minggu (18/7), ia mengatakan bahwa orang yang telah divaksinasi lalu terinfeksi Covid-19 tidak lebih menularkan virus. Meskipun jumlah kasus varian Delta meningkat. Menurut dr. Fauci masuk akal untuk berasumsi bahwa orang-orang ini cenderung tidak menularkan Covid-19 karena memiliki lebih sedikit virus di saluran hidung daripada individu yang tidak divaksinasi.
Tapi tetap saja, para ahli merekomendasikan agar orang yang divaksinasi mengambil tindakan pencegahan keamanan ketika berada dalam kelompok besar. Yakni dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Baca Juga: Banyak Anak Terpapar Covid-19, Genjot Vaksinasi Usia 12–17 Tahun
Mereka yang berstatus tanpa gejala, hanya memiliki sedikit virus di saluran hidung. Sehingga membuat mereka lebih kecil kemungkinannya menjadi penyebab penyebaran virus Korona.
Wakil presiden sains Helix Will Lee pernah mengatakan kepada Insider bahwa daerah dengan tingkat orang yang divaksinasi tinggi memiliki kasus Covid-19 yang lebih rendah bahkan ketika varian Delta mulai menginfeksi banyak orang. Lebih dari itu, kasus delta di AS dan Inggris cenderung lebih ringan pada orang yang divaksinasi.
Sebuah penelitian di Israel, berjudul 'Penurunan viral load SARS-CoV-2 setelah vaksinasi' yang diterbitkan di medRxiv, menegaskan, orang yang divaksinasi lalu tertular Covid-19 memiliki lebih sedikit virus dalam sistem tubuh mereka. Meskipun temuannya belum ditinjau oleh rekan sejawat, itu masih menambah bukti bahwa penularan Covid-19 cenderung tidak berasal dari orang yang divaksinasi.
Ahli Kesehatan dr. Katherine O'Brien dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan kepada Vismita Gupta-Smith dari Organisasi Kesehatan Dunia dalam sebuah wawancara, tindakan protokol kesehatan masih penting. Berapa lama tindakan pencegahan ini harus dipatuhi akan tergantung pada apa yang dilakukan suatu komunitas dan negara itu sendiri.
Selain itu, masih ada kekurangan stok vaksin, membuat banyak komunitas rentan. Untuk itu, kewaspadaan tetap harus dilakukan, seperti penggunaan masker, physical distancing, cuci tangan, dan tidak berkerumun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022