
KONDISI MEMBAIK: Arselo, bayi kembar siam dempet pantat asal Tulungagung, dirawat di ruang ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo Selasa (20/8). (FRIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com – Tim dokter RSUD dr Soetomo berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet di pantat atau pygopagus asal Tulungagung, Arsenio dan Arselo, pada Jumat (16/8) lalu. Namun, berselang beberapa jam seusai operasi, Arsenio meninggal dunia karena infeksi paru-paru.
”Yang bertahan Arselo. Arsenio tidak tertolong. Tim kami juga melakukan berbagai upaya, termasuk pijat jantung,” kata Dirut RSUD dr Soetomo Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa SpKK (K) kemarin (20/8).
Menurut Cita, sejak datang di RSUD dr Soetomo, kondisi bayi kembar siam itu kurang baik sehingga tim dokter langsung memutuskan untuk melakukan operasi bersifat darurat atau cito.
Tim dokter, kata Cita, terus memantau perkembangan anak pasangan Yoga Askha dan Yeni Dwi itu. Hingga kini, Arselo masih menjalani perawatan di ruang khusus.
”Sejauh ini kondisi Arselo baik dan stabil. Tim juga melakukan pemeriksaan berkala untuk memantau perkembangannya,” ujarnya.
RSUD dr Soetomo melibatkan puluhan dokter ahli pada proses pemisahan bayi kembar siam itu. Termasuk ahli anestesi. Menurut Cita, dalam kasus pygopagus ada beberapa organ yang menjadi satu.
’’Misalnya, soal saraf itu, ada yang menjadi satu dan prosesnya harus dipisah. Contoh lainnya yang dipisah juga otot,” jelasnya.
Tangani 124 Kasus Bayi Kembar Siam
RSUD dr Soetomo sudah menangani 124 kasus bayi kembar siam. Salah seorang dokter ahli anestesi dr Kohar Hari Santoso SpAn KIC KAP menyatakan, hingga kini Arselo berada di ruang ICU. Kondisinya stabil.
”Pagi tadi bayi sudah bisa minum dan menangis kuat. Kami terus kontrol secara berkala,” ujarnya. Pihak rumah sakit juga melibatkan ahli bedah plastik untuk memantau bekas operasi di bagian pantat bayi.
Kohar optimistis kondisi Arselo cepat membaik. Menurut dia, banyak bayi kembar siam yang kini tumbuh selayaknya anak pada umumnya. ”Jadi, kami akan terus upayakan, tentunya dibarengi dengan doa,” jelasnya.
Yeni Dwi, ibu Arselo dan Arsenio, mengaku hanya mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya itu kembar seperti pada umumnya. ”Cuma saat kandungan usia 7 bulan ada kecurigaan. Tapi, saat USG, kondisi bayi baik. Menjelang kelahiran itu, baru ketahuan kalau kembar siam,” ungkapnya.
Setelah proses persalinan, Arsenio dan Arselo sempat dibawa kembali ke rumah. Pihak keluarga tidak menerima tamu untuk menjaga kondisi bayi. Hingga kemudian pada 16 Agustus lalu, keduanya menjalani operasi pemisahan.
’’Harapannya, satu bayi yang bertahan ini bisa segera sehat, membaik, dan tumbuh seperti anak lain,’’ jelasnya. (zam/c7/aph)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
