Ilustrasi penjual petasan yang menjamur jelang Lebaran. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Kembang api dan petasan sering kali disulut untuk memeriahkan acara-acara khusus, misalnya untuk menyambut Lebaran. Kerap terlihat di berbagai tempat di tanah air, data malam Takbiran, banyak orang menyalakan petasan. Meski dianggap mampu menambah semarak suasana hari kemenangan, bermain petasan juga menyimpan potensi bahaya untuk kesehatan.
Lantas, apa saja akibat main petasan dan kembang api yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh? Mari simak ulasan lengkap mengenai dampak kembang api dan petasan melalui ulasan di bawah ini, seperti dilansir dari laman resmi Siloam Hospitals.
Akibat Main Petasan dan Kembang Api bagi Kesehatan
Meski menyenangkan, bermain petasan dan kembang api perlu dilakukan dengan berhati-hati karena berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut adalah sejumlah bahaya main petasan dan kembang api yang perlu diwaspadai:
1. Meningkatkan Risiko Luka Bakar
Akibat main petasan yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko terkena luka bakar. Kondisi ini dapat terjadi ketika percikan atau residu petasan mengenai permukaan kulit, rambut, tangan, atau bagian tubuh lainnya.
Bahkan, tingkat keparahan luka bakar tersebut dapat semakin memburuk jika ledakan petasan terjadi di dekat tubuh. Selain itu, bermain kembang api juga berpotensi mencederai orang lain jika tidak diarahkan dengan tepat.
2. Memicu Kejang pada Penderita Epilepsi
Efek suara petasan yang perlu diwaspadai berikutnya adalah dapat memicu kambuhnya gejala pada penderita epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang terjadi karena adanya aktivitas listrik berlebihan di dalam otak.
Ledakan petasan cenderung menimbulkan suara yang cukup keras sehingga berisiko meningkatkan aktivitas listrik di otak yang memicu kambuhnya gejala epilepsi, seperti kejang hingga penurunan kesadaran secara tiba-tiba.
3. Meningkatkan Risiko Gangguan Pernapasan
Petasan dan kembang api terbuat dari bahan peledak yang dapat menghasilkan berbagai polutan udara saat dinyalakan, seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2).
Apabila terhirup oleh manusia dalam jumlah banyak, senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam gangguan pernapasan, seperti sesak napas, bronkitis, infeksi saluran napas atas, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga kanker paru-paru.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
