
Ilustrasi Dendam (Canva)
JawaPos.com - Memaafkan memang terasa sulit, terlebih ketika luka hati masih membekas dan emosi negatif menguasai pikiran kita. Kebiasaan ini sering menumbuhkan sifat pendendam.
Selain itu, sifat pendendam membuat seseorang lebih mudah terjebak dalam lingkaran kemarahan. Sayangnya, kondisi ini tak hanya merugikan batin, tetapi juga menyerang kesehatan tubuh.
Menyimpan dendam dalam waktu lama bisa memicu stres berlebih hingga mengganggu kinerja organ penting. Dampaknya, tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit serius.
Dilansir dari laman Hellosehat.com dan Halodoc.com, berikut ini beberapa bahaya menyimpan dendam terhadap kesehatan fisik atau mental yang patut diwaspadai.
1. Mengubah Susunan Hormon Otak
Saat dendam dipelihara, tubuh melepaskan hormon kortisol lebih banyak. Kondisi ini membuat tubuh terus berada dalam keadaan tegang.
Kelebihan kortisol menekan produksi hormon oksitosin, padahal hormon ini penting untuk menjaga kestabilan emosi serta memperkuat ikatan sosial dengan orang sekitar.
Ketidakseimbangan kedua hormon ini dapat mengganggu kesehatan mental, meningkatkan kecemasan, dan mengurangi kemampuan seseorang dalam mengendalikan stres secara sehat.
Lama-kelamaan, kondisi tersebut berisiko merusak fungsi otak, menurunkan konsentrasi, serta memperburuk kualitas hubungan sosial dan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memicu Gaya Hidup Tidak Sehat
Emosi negatif yang terus dipendam sering membuat seseorang mencari pelampiasan instan. Dampaknya, kebiasaan merokok atau konsumsi makanan tinggi kalori lebih sering dilakukan.
Kebiasaan tersebut tanpa disadari meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas, gangguan pencernaan, hingga penyakit kronis yang sulit ditangani di kemudian hari.
Selain itu, menyimpan dendam membuat seseorang kurang peduli pada kesehatannya. Misalnya jarang berolahraga, sulit tidur nyenyak, atau malas melakukan aktivitas bermanfaat.
Kondisi ini bila dibiarkan akan memperburuk kualitas hidup dan meningkatkan risiko terkena penyakit serius, termasuk diabetes dan gangguan metabolisme tubuh lainnya.
3. Meningkatkan Risiko Kerusakan Jantung

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
