Ilustrasi seorang perempuan sedang mendengarkan musik (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bayangkan jika suara lembut dari musik favorit Anda mampu meredakan denyutan tajam akibat migrain. Bagi sebagian orang, mendengarkan musik bukan sekadar hiburan, melainkan pelarian dari rasa sakit. Namun, apakah musik benar-benar memiliki efek terapeutik pada migrain, atau hanya sekadar sugesti pikiran?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik mungkin dapat membantu meringankan gejala migrain. Namun, hasilnya masih bervariasi dan belum cukup kuat untuk menyimpulkan efektivitasnya secara medis. Meskipun begitu, banyak orang secara pribadi mengaku merasa lebih tenang dan lega setelah mendengarkan musik ketika serangan migrain melanda.
Melansir dari laman Medical News Today, salah satu penelitian tahun 2022 menemukan bahwa harapan seseorang terhadap efek penyembuhan musik berperan besar dalam menentukan hasilnya. Artinya, mereka yang yakin bahwa musik dapat membantu, cenderung merasakan manfaat yang lebih nyata. Temuan ini membuat para peneliti menduga bahwa efek musik bisa jadi termasuk dalam kategori efek plasebo, di mana keyakinan seseorang turut memengaruhi persepsi rasa sakit.
Penelitian lain pada tahun 2021 meneliti penggunaan aplikasi musik bernama Music Care yang memutar musik dalam urutan tertentu, disebut urutan "U". Pola ini perlahan menurunkan ketegangan pendengar melalui perubahan ritme, tempo, dan intensitas. Setelah tiga bulan mendengarkan urutan tersebut, peserta mengalami penurunan tingkat keparahan migrain yang signifikan.
Selain itu, riset terdahulu tahun 2015 juga mencatat bahwa penderita fibromyalgia merasa lebih rileks dan mengalami penurunan rasa sakit setelah mendengarkan musik. Meski begitu, ilmuwan masih berusaha memahami mengapa musik dapat memberi efek positif bagi sebagian orang, tetapi tidak bagi yang lain.
Binaural Beats: Irama Ganda yang Menenangkan Otak
Fenomena menarik lainnya dalam terapi musik adalah binaural beats, suara yang dihasilkan ketika seseorang mendengarkan dua frekuensi berbeda secara bersamaan. Otak kemudian "menciptakan" frekuensi ketiga yang merupakan hasil perbedaan antara kedua nada tersebut. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa irama ini bisa memengaruhi aktivitas gelombang otak dan berdampak positif pada kecemasan serta nyeri kronis.
Karena migrain juga berkaitan dengan aktivitas gelombang otak, para ahli menduga binaural beats dapat membantu mengurangi intensitas serangan. Namun, bukti ilmiah saat ini masih terbatas, dan efeknya bisa berbeda-beda pada tiap individu. Beberapa orang justru melaporkan bahwa suara tersebut memperburuk sakit kepala mereka, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanannya.
Gelombang otak manusia sendiri terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan frekuensi:
Beberapa penelitian terhadap binaural beats untuk nyeri kronis menggunakan frekuensi theta karena dianggap membantu menciptakan relaksasi mendalam dan menenangkan sistem saraf.
Suara yang Dapat Memicu Migrain
Tak semua jenis suara bersahabat bagi penderita migrain. Sebagian orang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara bernada tinggi, terutama yang berada di atas 400 Hz. Bunyi klakson mobil, kicauan burung, atau suara guntur, misalnya, bisa menjadi pemicu bagi sebagian penderita. Oleh karena itu, penting bagi individu yang rentan migrain untuk mengenali jenis suara yang dapat memperparah kondisinya.
Menemukan keseimbangan antara suara yang menenangkan dan suara yang memicu rasa sakit menjadi langkah penting dalam mengelola migrain. Beberapa orang menemukan ketenangan melalui musik instrumental lembut, suara alam, atau musik klasik dengan tempo lambat. Sebaliknya, musik dengan nada tinggi, ritme cepat, atau volume keras dapat memperburuk gejala.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
