
Ilustrasi ketika kamu melakukan pemeriksaan untuk skoliosis. (Freepik)
JawaPos.com - Pemandangan anak sekolah yang membawa tas ransel penuh dengan buku pelajaran hingga terlihat membungkuk seperti sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Belum lagi tren tote bag yang kini menjadi favorit generasi muda, di mana tas kanvas berukuran besar ini sering kali digantung hanya di satu bahu dengan beban yang tidak ringan. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, namun dapat berdampak serius pada kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang. Tanpa disadari, pola membawa beban yang tidak tepat ini dapat memicu berbagai masalah postur tubuh, salah satunya adalah skoliosis.
Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung ke samping membentuk huruf "S" atau "C", bukan lurus seperti seharusnya. Kelainan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi yang baru lahir hingga orang dewasa, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Meskipun lengkungan ringan mungkin tidak menimbulkan gejala yang signifikan, skoliosis yang parah dapat menyebabkan nyeri punggung, kesulitan bernapas, dan bahkan gangguan fungsi organ internal.
Untuk itu, penting bagi setiap individu untuk memahami jenis-jenis skoliosis. Skoliosis terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan penyebab dan waktu kemunculannya. Berikut adalah empat tipe utama skoliosis yang paling sering ditemukan:
1. Skoliosis Kongenital (Bawaan)
Jenis ini merupakan kelainan tulang belakang yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada dalam kandungan. Kondisi ini terdeteksi pada bayi yang baru lahir dan disebabkan oleh gangguan perkembangan tulang belakang atau tulang rusuk selama masa kehamilan.
2. Skoliosis Idiopatik
Ini adalah tipe skoliosis yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak dan remaja. Disebut idiopatik karena penyebab pastinya belum dapat diidentifikasi secara medis, meskipun diduga ada faktor genetik yang berperan.
3. Skoliosis Degeneratif
Tipe ini berkembang pada masa dewasa dan semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Skoliosis degeneratif biasanya disebabkan oleh kerusakan pada diskus dan sendi tulang belakang akibat proses penuaan.
4. Skoliosis Neuromuskular
Kondisi ini dipicu oleh kelainan pada sistem saraf dan otot tubuh. Penyakit-penyakit seperti cerebral palsy atau distrofi otot dapat menyebabkan otot-otot penyangga tulang belakang menjadi lemah, sehingga tulang belakang tidak dapat mempertahankan postur yang lurus.
Kembali pada kebiasaan membawa tas yang terlalu berat, ternyata hal ini memang memiliki dasar medis yang kuat. Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, baik anak-anak maupun orang dewasa sebaiknya tidak membawa beban tas yang melebihi 15% dari berat badan mereka.
Sebagai contoh, seorang anak dengan berat badan 27 kilogram seharusnya tidak membawa tas yang lebih berat dari 4 kilogram. Ketika beban yang dibawa melebihi batas rekomendasi ini, akan terjadi tekanan berlebih pada tulang belakang yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan postur dan meningkatkan risiko terjadinya kelainan bentuk tulang belakang seperti skoliosis.
Selain faktor beban berlebih pada punggung, skoliosis dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya seperti yang dilansir dari Alodokter. Memahami penyebab-penyebab ini penting untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini.
1. Gangguan Perkembangan di Dalam Kandungan

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
