
Ilustrasi dinding dengan kondisi black mold. (Freepik)
JawaPos.com - Black mold atau jamur hitam adalah jenis jamur yang tumbuh di lingkungan lembap dan kurang ventilasi seperti di dinding, kamar mandi, langit-langit, atau area yang sering terkena air. Black mold disebabkan oleh spesies jamur yang dikenal dengan nama Stachybotrys chartarum.
Jamur ini memiliki warna gelap kehitaman atau kehijauan, seringkali tampak berlendir dan bertekstur seperti tepung dengan bau apek yang khas. Selain terdapat pada dinding rumah, jamur hitam juga dapat tumbuh pada berbagai benda atau permukaan yang mengandung selulosa seperti kayu dan kertas.
Penyebab Black Mold Bisa Tumbuh
Dikutip dari Alodokter, jamur hitam cenderung tumbuh dengan baik di area yang lembap, sehingga ruangan seperti kamar mandi, dapur, dan ruang cuci akan menjadi tempat ideal tumbuhnya black mold.
Selain itu, kebocoran pada atap atau pipa air yang dibiarkan tanpa perbaikan dapat membuat area di sekitarnya menjadi lembap. Hal serupa juga terjadi pada jendela, pintu atau plafon yang sering terkena rembesan air, maka akan lebih mudah terkena black mold ini.
Faktor penyebab lainnya adalah kondisi setelah banjir, permukaan seperti kayu, dinding dan atap yang pernah terendam banjir, berisiko menjadi media tumbuhnya jamur. Hal ini karena material tersebut mudah menyerap air, membuatnya tetap lembap sehingga terjadi black mold.
Bahaya Black Mold bagi Kesehatan
Paparan black mold melalui udara atau kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Dampaknya dapat berbeda tergantung pada kondisi tubuh seseorang, serta intensitas dan durasi paparannya. Dikutip dari Alodokter, berikut bahaya yang ditimbulkan akibat black mold.
1. Gangguan Pernapasan
Jika spora jamur terhirup tanpa sengaja, saluran pernapasan dapat mengalami iritasi yang memicu gejala seperti bersin, batuk, tenggorokan gatal, dan hidung tersumbat. Orang yang memiliki riwayat rhinitis alergi atau asma umumnya lebih rentan mengalami keluhan pernapasan tersebut.
2. Infeksi Paru-paru
Kondisi ini merupakan lanjutan dari gangguan pernapasan, karena ketika sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki riwayat penyakit paru-paru maka akan lebih berisiko mengalami mikosis.
Mikosis merupakan infeksi paru-paru serius yang terjadi akibat pertumbuhan jamur di organ tersebut dan membutuhkan penanganan medis segera. Gejala mikosis dapat meliputi batuk berdarah, demam, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, keringat berlebih di malam hari, serta rasa lelah meskipun sudah cukup beristirahat.
3. Iritasi Kulit
Selain mengganggu sistem pernapasan, paparan black mold melalui kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan iritasi, terutama pada individu dengan alergi jamur atau kulit sensitif. Iritasi akibat black mold biasanya ditandai dengan rasa gatal, kulit kering dan bersisik, ruam, serta benjolan kecil berisi cairan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
