lustrasi anak yang sedang mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis. (Freepik)
Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus, yaitu poliovirus, yang termasuk dalam keluarga enterovirus dan memiliki tiga jenis serotipe berbeda. Virus ini akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, kemudian berkembang biak di tenggorokan dan saluran pencernaan sebelum masuk ke aliran darah.
Dalam kondisi tertentu, virus dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel saraf yang mengontrol gerakan otot. Tidak hanya itu, penyakit polio akan sangat berbahaya karena kemampuannya untuk menyebar dengan cepat di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan tingkat vaksinasi yang rendah.
Gejala polio sangat bervariasi dan dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keparahannya. Dilansir dari Healthline, diperkirakan 95 hingga 99 persen orang yang terinfeksi poliovirus tidak menunjukkan gejala sama sekali, kondisi yang dikenal sebagai polio subklinis.
Meskipun tanpa gejala, orang yang terinfeksi tetap dapat menyebarkan virus dan menyebabkan infeksi pada orang lain. Hal ini menjadikan polio sangat berbahaya karena penyebarannya bisa terjadi tanpa disadari. Berikut ini beberapa jenis polio dan gejalanya yang perlu kamu ketahui:
1. Polio Non-Paralitik (Polio Abortif)
Pada polio non-paralitik gejalanya dapat berlangsung selama satu hingga sepuluh hari dengan karakteristik yang hampir mirip seperti flu biasa. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi, sakit tenggorokan, sakit kepala yang intens, muntah-muntah, kelelahan ekstrem, dan meningitis atau peradangan pada selaput otak.
Kondisi ini juga dikenal dengan istilah polio abortif karena infeksi berhenti pada tahap ini dan tidak berkembang menjadi kelumpuhan, sehingga pasien biasanya pulih sepenuhnya tanpa komplikasi permanen.
2. Polio Paralitik
Menurut Healthline, sekitar satu persen kasus polio dapat berkembang menjadi polio paralitik yang jauh lebih serius dan berbahaya. Polio paralitik menyebabkan kelumpuhan pada sumsum tulang belakang yang disebut polio spinal, batang otak yang dikenal sebagai polio bulbar, atau keduanya sekaligus yang disebut polio bulbospinal.
Gejala awal mirip dengan polio non-paralitik, namun setelah sekitar seminggu akan muncul gejala yang lebih parah dan mengkhawatirkan. Adapun gejala polio paralitik yang lebih berat meliputi:
Selain itu dapat juga terjadi kelumpuhan total yang jarang terjadi, dimana kurang dari satu persen dari semua kasus polio yang mengakibatkan kelumpuhan permanen. Namun pada 5 hingga 10 persen kasus polio paralitik, virus dapat menyerang otot-otot yang membantu pernapasan dan menyebabkan kematian.
3. Sindrom Pasca-Polio
Setelah kamu pulih total dari penyakit ini, ternyata polio masih dapat kembali menyerang. Di mana ini biasanya terjadi setelah 15 hingga 40 tahun kemudian. Gejala umum yang mungkin muncul ketika sindrom pasca-polio ini menyerang meliputi:
Gejala-gejala ini menunjukan betapa seriusnya dampak virus polio, dari yang tanpa gejala, kelumpuhan permanen, hingga kematian. Sayangnya, menurut World Health Organization (WHO), tidak ada obat untuk mengobati polio secara keseluruhan, namun penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin tersedia dalam dua jenis yaitu vaksin polio oral dan vaksin polio inaktif, yang mana keduanya sama-sama efektif dan aman untuk diberikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022