
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menutup hidung untuk menghindari bau tidak sedap akibat kentut (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kentut atau dalam istilah medis disebut flatus adalah proses keluarnya gas dari saluran pencernaan melalui anus. Gas ini terbentuk secara alami di dalam usus akibat proses pencernaan makanan dan aktivitas bakteri di dalam usus besar.
Ketika makanan dicerna, terutama makanan yang tinggi serat atau mengandung karbohidrat kompleks, sebagian komponennya tidak diserap oleh tubuh. Sisa-sisa makanan itu kemudian difermentasi oleh bakteri usus yang menghasilkan gas seperti nitrogen, karbondioksida, metana dan hidrogen.
Kentut merupakan hal yang normal dan sehat, karena membantu mengeluarkan kelebihan gas dari tubuh. Tahukah kamu, jika rata-rata seseorang dapat kentut sekitar 10–20 kali per hari. Bau kentut bisa berbeda-beda tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi.
Makanan seperti telur, kol, bawang dan kacang-kacangan yang mengandung senyawa sulfur dapat membuat aroma kentut menjadi lebih menyengat. Selain makanan, cara makan yang terlalu cepat atau kebiasaan berbicara saat makan juga dapat menyebabkan lebih banyak udara tertelan, sehingga gas dalam perut meningkat.
Jenis Kentut dan Penjelasan di Baliknya
Menurut penelitian, bau yang dihasilkan dari kentut juga dapat mengungkap kondisi kesehatan tubuh seseorang. Dikutip dari Halodoc dan Hello Sehat, berikut penjelasan mengenai keterkaitan antara bau kentut dengan penyebabnya.
1. Kentut Tidak Berbau
Menurut ahli gastroenterologi bernama Samantha Nazareth, M.D. yang dilansir dari The Shape, kentut tanpa bau umumnya terjadi akibat udara yang tertelan. Kondisi tersebut bisa disebabkan karena beberapa kebiasaan seperti mengonsumsi minuman bersoda dan mengunyah permen karet.
Hal itu dapat menyebabkan masuknya lebih banyak udara ke dalam saluran pencernaan, sehingga memicu kentut yang tidak berbau. Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul karena gas dalam tubuh tidak dikeluarkan melalui sendawa.
Meskipun tidak berbahaya, kamu bisa mencegah penumpukan gas di perut dengan cara makan secara perlahan, mengurangi konsumsi minuman bersoda serta menghindari kebiasaan mengunyah permen karet.
2. Kentut Tidak Berbunyi tetapi Berbau
Kondisi ini memiliki nama lain yaitu kentut SBD (silent but deadly). Jenis kentut ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi sulfur, seperti kol, kangkung, pakcoy, telur, daging, bawang putih dan bawang merah.
Menariknya, makanan-makanan tersebut termasuk superfood yang kaya manfaat bagi tubuh. Jadi, kamu tidak perlu menghindarinya hanya karena bisa menyebabkan kentut berbau, sebab nutrisi yang dikandungnya tetap penting untuk kesehatan.
3. Kentut Sangat Bau
Kentut dengan bau sangat menyengat biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di saluran pencernaan. Agar masalah tersebut dapat teratasi, disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya probiotik agar bakteri baik dalam usus meningkat dan bakteri jahat dapat dinetralisir.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
