
Ilustrasi peyebab demensia pada lansia menurut pandangan psikologi. Freepik
JawaPos.com - Kamu mungkin pernah menyadari ketika sedang kumpul keluarga, kakek atau nenek tiba-tiba tidak mengenali cucu kesayangannya, atau ibu yang berulang kali menanyakan pertanyaan yang sama dalam hitungan menit.
Dalam keseharian, mungkin kamu juga melihat orang tua yang mulai sering lupa menaruh kunci, kesulitan mengingat nama cucu, atau bahkan tersesat di lingkungan rumah sendiri.
Banyak keluarga yang kemudian menganggap ini sebagai bagian wajar dari proses menua, dengan dalih "sudah tua itu, wajar kalau pikun". Padahal, gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda dari kondisi medis yang lebih serius yang disebut demensia, dimana kondisi ini bukan sekadar kelupaan biasa yang dialami lansia pada umumnya.
Demensia sendiri bukanlah penyakit tunggal, melainkan istilah umum yang menggambarkan sekelompok gejala yang memengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Kondisi ini ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan keterampilan sosial yang cukup parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
Demensia terjadi ketika selosel saraf di otak mengalami kerusakan atau kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain, Berbeda dengan kelupaan ringan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia, demensia bersifat progresif dan dapat memburuk dari waktu ke waktu.
Perlu dipahami juga demensia memiliki penyebab yang berbeda-beda dan tidak semua kasus demensia disebabkan oleh hal yang sama.
Menurut Alzheimer's Association, penyakit Alzheimer menjadi penyebab 60-80% dari seluruh kasus demensia. Demensia vaskular, yang terjadi akibat pendarahan mikroskopis dan penyumbatan pembuluh darah di otak, merupakan penyebab kedua paling umum dari demensia.
Beberapa orang bahkan mengalami perubahan otak dari berbagai jenis demensia secara bersamaan, kondisi ini disebut demensia campuran. Alzheimer's Association juga menyoroti bahwa ada banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala gangguan kognitif namun bukan demensia, termasuk beberapa yang bersifat reversibel seperti masalah tiroid dan kekurangan vitamin.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, demensia memiliki berbagai penyebab dan bentuk yang berbeda. Setiap jenis demensia memiliki karakteristik unik dengan mekanisme kerusakan otak yang bervariasi, meskipun gejalanya mungkin tampak serupa. Untuk itu, Alodokter menjelaskan beberapa jenis demensia yang perlu dipahami agar dapat membantu diagnosis yang lebih akurat dan mendapat perawatan yang lebih tepat.
1. Penyakit Alzheimer
Jenis demensia ini disebabkan oleh penumpukan protein abnormal di dalam otak yang mengganggu fungsi sel-sel saraf. Protein beta-amyloid dan tau menumpuk membentuk plak dan kekusutan yang merusak koneksi antar sel otak, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif secara bertahap.
2. Demensia Vaskular
Kondisi ini terjadi ketika sel-sel otak mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen akibat penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah otak. Kerusakan pembuluh darah dapat disebabkan oleh stroke atau serangan stroke kecil yang merusak jaringan otak secara bertahap.
3. Demensia dengan Lewy Body
Jenis demensia ini muncul karena adanya gumpalan protein abnormal yang disebut lewy body yang terbentuk di dalam sel-sel saraf otak. Protein ini merusak sel saraf dan menyebabkan berbagai gejala kognitif, visual, dan motorik yang khas.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
