Foto perempuan menutupi telinga dengan muka kesakitan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pesawat terbang merupakan pilihan transportasi utama untuk perjalanan jarak jauh, seperti berlibur atau mudik, karena cenderung lebih aman dan cepat. Namun, perjalanan udara juga memiliki tantangan tersendiri. Selain biaya yang lebih mahal, tubuh manusia yang terbiasa berada di darat sering kali merasa tidak nyaman saat berada di ketinggian.
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah telinga yang terasa berdenging atau tersumbat akibat perubahan tekanan udara secara tiba-tiba. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan ear barotrauma atau aerotitis.
Apa Itu?
Melansir dari Cleveland Clinic, ear barotrauma terjadi ketika telinga tengah terdampak oleh perubahan tekanan udara atau air secara signifikan. Kondisi ini biasanya dialami saat seseorang berada dalam penerbangan, menggunakan lift di gedung tinggi, atau menyelam ke dalam air.
Saat pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di lingkungan dengan tekanan di dalam telinga. Akibatnya, gendang telinga (membran timpani) tidak dapat bergetar secara normal. Meski umumnya bersifat sementara, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu.
Gejala
Dilansir dari Mayo Clinic, gejala umum yang sering dirasakan meliputi:
Dalam kasus yang lebih berat, penderita mungkin mengalami:
Sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala-gejala tersebut bertahan selama berhari-hari.
Kondisi yang Beresiko Terkena
Selain dipicu oleh perubahan ketinggian, risiko ear barotrauma meningkat apabila Anda sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini memicu peradangan pada saluran eustachius—saluran penghubung telinga tengah dan tenggorokan, sehingga telinga sulit menyeimbangkan tekanan.
Dilansir dari EMC Healthcare, bayi dan anak-anak kecil juga cenderung lebih mudah atau sering mengalami kondisi ini karena saluran eustachius yang lebih kecil.
Orang-orang yang memiliki bentuk atau keabnormalan pada tubuh, seperti polip hidung, septum hidung bengkok, dan lain-lain, juga lebih rentan terhadap aerotitis.
Di saat yang sama, mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran juga lebih rentan terhadap kondisi ini.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
