Ilustrasi depresi. (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang mengira memberi nasihat dan kata-kata motivasi adalah bentuk kepedulian kepada mereka yang mengalami depresi. Padahal, justru itulah hal yang paling dibenci oleh orang dengan depresi dan kerap memperburuk kondisi mental mereka.
Pakar ilmu saraf dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS menjelaskan, orang dengan depresi sebenarnya membutuhkan kehadiran teman, namun secara paradoks justru cenderung menjauhi orang lain. Dalam kondisi tersebut, yang mereka butuhkan bukan nasihat, melainkan kehadiran yang tenang dan mau mendengarkan.
“Orang depresi itu membutuhkan teman sebetulnya. Tetapi secara paradoks, orang depresi itu menjauhi semua orang. Dan teman yang dibutuhkan oleh orang depresi itu, orang yang duduk terus diam gitu, mendengarkan,” kata pria yang akrab dipanggil dr. Ryu Hasan itu dikutip dari kanal NasDem DPR RI, Senin (9/2).
Ia menegaskan, memberi nasihat justru menjadi hal yang paling tidak diinginkan oleh orang dengan depresi. Bahkan, orang yang gemar menasihati disebutnya sebagai “musuh” bagi penderita depresi.
“Jangan ngasih nasehat. Musuhnya orang depresi itu adalah orang yang suka ngasih nasehat,” tegasnya.
Menurut dr. Ryu Hasan, kalimat-kalimat motivasi yang sering dianggap menyemangati justru memicu emosi negatif bagi orang depresi.
“‘Kamu pasti bisa!’ Oh, itu paling benci dengan kata-kata itu tuh. Banyak lho yang salah mempraktikkan itu,” katanya.
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah menyuruh orang depresi untuk bersyukur atau mengikhlaskan keadaan, padahal ucapan tersebut justru memperberat tekanan batin.
“‘Udahlah ikhlasin aja’, paling benci lah dengan dengar kata-kata gitu itu,” kata dr. Roslan.
Ia juga menyoroti kebiasaan membandingkan kondisi orang depresi dengan kelebihan atau privilese yang mereka miliki, yang sering kali dianggap sebagai bentuk penguatan mental.
“‘Bersyukur, kamu nggak bersyukur’, paling benci. Padahal ya, dalam kondisi depresi, hal-hal yang menguntungkan, advantage, privilege, itu memperberat kondisi,” ujarnya.
Menurutnya, cara terbaik mendampingi orang depresi justru dengan hadir tanpa menghakimi atau memaksa mereka berbicara.
“Datang, duduk, diam. Terus kalau dia nggak ngomong? Ya dibiarin aja,” ucap dr. Roslan.
Meski kerap diasosiasikan dengan ketidakmampuan beraktivitas, depresi tidak selalu menghalangi seseorang untuk tetap produktif.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
