Ilustrasi menurunkan berat badan tanpa perlu diet ketat (freepik/ diana.grytsku)
Jawapos.com – Penurunan berat badan ideal seringkali menjadi target banyak orang. Namun meskipun sudah makan sehat dan rutin berolahraga, timbangan kerap tak kunjung bergerak.
Sains ternyata punya penjelasan yang tak banyak disadari tentang mengapa berat badan sulit turun.
Banyak orang mengira bahwa turunnya berat badan hanya soal defisit kalori, lebih sedikit kalori masuk daripada keluar.
Secara teori, konsep ini memang benar. Jika tubuh membakar lebih banyak energi dibandingkan yang dikonsumsi, maka berat badan akan turun.
Namun dalam praktiknya, tubuh manusia tidak bekerja seperti kalkulator sederhana. Tubuh memiliki sistem pertahanan alami.
Ketika asupan kalori berkurang drastis atau aktivitas fisik meningkat tajam, tubuh bisa menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman kekurangan energi.
Akibatnya, metabolisme melambat untuk menghemat energi, rasa lapar meningkat, dan tubuh cenderung menyimpan lemak sebagai cadangan. Inilah yang sering membuat diet terasa stagnan meski sudah berusaha keras.
Selain itu, berat badan juga dipengaruhi oleh hormon, kualitas tidur, tingkat stres, komposisi tubuh, hingga faktor genetik.
Dua orang yang menjalani pola makan dan olahraga yang sama belum tentu mendapatkan hasil identik, karena respons metabolisme masing-masing berbeda.
Melansir dari laman YourTango pada Selasa (03/03), menyebutkan lima alasan mengapa berat badan susah turun meski usaha sudah maksimal.
Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini berperan dalam respons tubuh terhadap tekanan.
Kadarnya hormon kortisol yang terlalu tinggi, dapat memicu peningkatan nafsu makan dan penyimpanan lemak, terutama di area perut.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.
Dalam kondisi stres kronis, tubuh cenderung mempertahankan cadangan energi sebagai mekanisme bertahan hidup, sehingga berat badan lebih sulit turun.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
