
Ilustrasi tidur dalam kabin perlu waspada bisa keracunan CO. (Istimewa)
JawaPos.com - Tidur di dalam mobil dengan keadaan pintu tertutup rapat dan mesin menyala memang sangat berbahaya. Sebab, penumpang yang berada di dalam bisa mengalami keracunan karbon monoksida (CO).
Hal ini pula yang diduga jadi penyebab meninggalnya pasangan suami istri (pasutri) pada saat berada di dalam mobil, tepatnya di Gampong Keude Lueng Putu, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
dr. Adam Prabata, dokter peraih gelar Ph.D Medical Science dari Kobe University pun menjelaskan mengenai mekanisme keracunan gas karbon monoksida yang bisa terjadi saat penumpang tertidur di mobil.
Menurutnya, pembakaran mesin di mobil dapat menghasilkan karbon monoksida, yang mana jika terdapat kebocoran pada sistem knalpot, gas ini bisa menyebar ke dalam kabin.
Akan lebih bahaya pula jika jendela dan pintu mobil tertutup rapat. Sebab, hal tersebut bisa membuat gas menumpuk di kabin mobil.
“Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga sangat berbahaya karena orang sering tidak sadar sedang menghirupnya. Gejala awal keracunan CO itu tidak khas, antara lain sakit kepala, pusing, lemas, mual, bingung, atau rasa mengantuk. Bahkan orang yang keracunan CO saat sedang tidur dapat meninggal sebelum sempat merasakan atau mengenali gejalanya,” kata dr. Adam pada akun X-nya, Rabu (25/3).
Dia menjelaskan bahwa keracunan karbon monoksida bisa terjadi karena gas tersebut akan terhirup dan berikatan dengan hemoglobin, sehingga membentuk carboxyhemoglobin (COHb).
Ikatan ini tentunya sangat kuat, sekitar lebih dari 200 kali afinitas oksigen, sehingga hemoglobin tidak lagi efektif mengangkut oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia, terutama pada organ yang paling sensitif, seperti otak dan jantung.
“Selain itu, CO juga membuat hemoglobin yang masih membawa oksigen menjadi lebih tidak mau untuk melepas oksigennya ke jaringan, sehingga pengantaran oksigen makin buruk, dan penggunaan oksigen di tingkat sel terganggu,” ungkap dia.
Pada saat keracunan, kondisi seseorang bisa cepat memburuk, dengan gangguan sistem saraf, nyeri dada, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kesadaran, sampai kematian.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
