
Ilustrasi berhenti merokok. /sehatnegeriku.kemkes.go.id
JawaPos.com - Upaya menjaga kesehatan di tengah tekanan kerja yang tinggi kembali menjadi sorotan, terutama terkait kebiasaan merokok yang masih banyak dijadikan cara instan meredakan stres.
Di tengah kondisi ini, pendekatan tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau mulai banyak dibahas dalam ranah kesehatan.
Sejumlah akademisi dan tenaga medis menilai pendekatan ini bisa menjadi bagian dari strategi pengendalian risiko, namun bukan pengganti utama dari upaya berhenti merokok secara total.
Kolonel Laut (K) Dr. drg. Yun Mukmin A., Sp.Ort. menilai, selama ini upaya menekan angka perokok kerap hanya berupa imbauan yang kurang efektif. Padahal, diperlukan strategi berbasis bukti ilmiah yang lebih aplikatif.
“Kalau hanya sekadar imbauan, biasanya kurang mengena. Maka itu, perlu strategi yang lebih jitu agar prevalensi perokok bisa ditekan,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5).
Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof. Amaliya, dalam penelitiannya menemukan bahwa kebiasaan merokok cenderung tinggi di lingkungan dengan tingkat stres tinggi. Banyak individu menganggap rokok sebagai cara untuk meningkatkan fokus atau meredakan tekanan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa rokok konvensional tetap memiliki risiko kesehatan yang besar karena melibatkan proses pembakaran yang menghasilkan berbagai zat beracun.
“Merokok memang sering dianggap membantu mengurangi stres, tetapi risikonya terhadap kesehatan tetap tinggi,” jelasnya.
Harm Reduction Bukan Pengganti Berhenti Merokok
Prof. Amaliya menekankan bahwa pendekatan THR bersifat pelengkap (complementary), bukan pengganti dari program berhenti merokok yang masih menjadi standar utama (gold standard) dalam dunia kesehatan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
