dr. Iflan Nauval, M.ScIH, Sp.GK, Subsp.KM, Sp.KKLP, AIFO-K, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PP PDGKI), dalam acara Media Roundtable Discussion bertajuk “Food Noise Mereda, Berat Badan Terjaga: Bersama Mengubah Paradigma Obesitas” (Istimewa)
JawaPos.com – Pernah merasa terus kepikiran makan meski sebenarnya tidak lapar? Kondisi ini dikenal sebagai food noise, yaitu dorongan pikiran tentang makanan yang muncul terus-menerus. Ini membuat seseorang sulit berhenti makan atau mengontrol pola makan hingga berujung obesitas.
Fenomena food noise kini semakin mendapat perhatian dalam dunia medis karena dinilai berkaitan erat dengan obesitas dan gangguan pengaturan rasa lapar di otak. Bahkan, banyak orang dengan obesitas disebut kesulitan menurunkan berat badan bukan semata karena kurang disiplin, melainkan karena adanya faktor biologis yang memengaruhi nafsu makan.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia dr. Iflan Nauval menjelaskan, food noise berbeda dengan rasa lapar biasa.
“Food noise adalah dorongan pikiran tentang makanan yang persisten dan intrusif, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5).
Menurutnya, kondisi ini berkaitan dengan cara otak merespons makanan, stres, kebiasaan, hingga lingkungan sekitar.
Bikin Overeating hingga Rasa Bersalah
dr. Iflan mengatakan, food noise tidak hanya memicu makan berlebihan atau overeating, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan mental seperti rasa bersalah dan kecemasan.
Akibatnya, banyak orang kesulitan menjaga pola makan secara konsisten meski sudah berusaha menjalani diet.
“Banyak orang dengan obesitas sudah berusaha keras, tetapi tetap merasa kesulitan karena tantangannya bukan hanya soal disiplin, melainkan juga biologi tubuh yang kompleks,” katanya.
Ia menilai pemahaman tentang food noise penting agar obesitas tidak lagi dianggap sekadar kegagalan pribadi atau kurangnya kemauan menjaga pola hidup sehat.
Berdasarkan World Obesity Atlas 2022, Indonesia bahkan menempati urutan ketiga dari 10 negara di Asia Tenggara dengan estimasi prevalensi obesitas tertinggi.
Cara Mengatasi Food Noise
Menurut dr. Iflan, penanganan obesitas secara umum saat ini tidak lagi hanya fokus pada menghitung kalori atau diet ketat, tetapi juga memperbaiki mekanisme biologis tubuh yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022