
ilustrasi nyamuk menggigit manusia. (Freepik)
JawaPos.com – Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengenali dan mendiagnosis kasus malaria knowlesi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut pemeriksaan malaria di fasilitas kesehatan saat ini umumnya masih mengandalkan mikroskop dan rapid test.
Dokter dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis mengatakan pemeriksaan malaria dengan mengandalkan mikroskop dan rapid test dinilai belum optimal mendeteksi malaria knowlesi.
“Masalah kita adalah tantangan dalam mengenali knowlesi. Biasanya diagnosis malaria di puskesmas atau dinas kesehatan hanya menggunakan mikroskop,” ujar Dr Inke dalam pemaparannya kepada wartawan, Kamis (14/5).
Padahal, dr. Inke menjelaskan bahwa pemeriksaan mikroskopis sering kali hanya dapat menunjukkan adanya parasit malaria tanpa mampu membedakan apakah infeksi berasal dari malaria manusia atau malaria yang berasal dari monyet seperti malaria knowlesi.
Akibatnya, banyak kasus malaria knowlesi tidak teridentifikasi secara spesifik dan tercatat sebagai malaria biasa.
Selain pemeriksaan mikroskop, rapid diagnostic test atau rapid test juga banyak digunakan di layanan kesehatan saat ini. Namun, dr. Inka menyebut bahwa alat tersebut memiliki sensitivitas rendah terhadap malaria knowlesi.
“Rapid test ini sangat spesifik untuk malaria yang ditularkan manusia dan sensitivitasnya sangat rendah untuk knowlesi. Jadi sering hasilnya negatif padahal sebenarnya terinfeksi,” jelasnya.
PCR Jadi Standar Emas Diagnosis
dr. Inke menjelaskan pemeriksaan yang menjadi gold standard untuk memastikan malaria knowlesi adalah polymerase chain reaction (PCR). Namun pemeriksaan tersebut belum menjadi standar diagnosis malaria di Indonesia.
Ia mencontohkan Malaysia yang kini mewajibkan pemeriksaan PCR untuk setiap kasus malaria karena jumlah kasus malaria manusia di negara tersebut sudah sangat menurun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022