
Ilustrasi daging kambing. (Dok Jawa Pos)
JawaPos.com – Konsumsi daging kambing tidak otomatis menyebabkan hipertensi pada semua orang. Isu ini sering menjadi pertanyaan jelang Idul Adha karena pemotongan hewan kurban. Namun, cara pengolahan hingga makanan pendamping yang dikonsumsi bersama daging kambing justru dinilai lebih berisiko memicu kenaikan tekanan darah.
Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist sekaligus Interventional Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital mengatakan, anggapan bahwa daging kambing selalu menyebabkan hipertensi merupakan mitos yang perlu diluruskan.
Menurutnya, yang lebih berpengaruh adalah pola masak, frekuensi konsumsi, serta porsi makan seseorang.
“Daging kambing sendiri tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik pada semua orang. Sebagian memang ada yang sangat sensitif, misalnya terhadap garam atau jenis makanan tertentu, tetapi pada umumnya tidak serta-merta langsung naik,” ujar Jajang saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, konsumsi kambing sering kali disertai makanan tinggi garam dan lemak seperti kuah santan kental, jeroan, maupun olahan dengan bumbu asin yang berlebihan. Kombinasi tersebut yang lebih sering memicu masalah kesehatan.
“Sering kali orang-orang kalau konsumsi kambing dikonsumsi dengan asin, garamnya tinggi, santannya, jeroannya, kuah kental, atau porsinya berlebihan. Frekuensinya banyak. Nah, kombinasi inilah yang sering bermasalah,” katanya.
Baca Juga:Daftar Sementara Pemain Irak untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Ada Bek Persib Bandung Frans Putros
Karena itu, penderita hipertensi tidak harus sepenuhnya menghindari daging kambing, tetapi perlu memperhatikan jumlah konsumsi, cara pengolahan, dan kondisi kesehatannya masing-masing.
“Jadi bukan tidak boleh sama sekali kalau hipertensi, tetapi penting perhatikan jumlahnya, cara masaknya, frekuensinya, dan kondisi kesehatan si orang tersebut,” tambahnya.
Penyebab Umum Hipertensi
Dalam kesempatan yang sama, Jajang menilai meningkatnya kasus hipertensi saat ini lebih banyak dipicu pola hidup modern yang tidak sehat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022