Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 15.56 WIB

Di Balik Manisnya Kecap, Tersimpan Ancaman yang Sering Tak Disadari! Budi Gunadi Sadikin Ungkap Bahaya Tersembunyi

Ilustrasi gambar dari pinterest @farhan arief

JawaPos.com - Sulit rasanya membayangkan sepiring nasi goreng, bakso, sate, hingga sambal tanpa sentuhan kecap manis.

 
Bumbu berwarna hitam pekat dengan cita rasa manis gurih ini telah menjadi "sahabat" berbagai hidangan khas Indonesia.
 
Namun, siapa sangka di balik kelezatannya, kecap manis menyimpan risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.
 
Belakangan ini, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali mengingatkan masyarakat melalui unggahan di akun TikTok resminya.
 
Dalam video tersebut, ia menyoroti bahaya tersembunyi kecap manis yang ternyata dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah tanpa banyak disadari.
 
Menurut Budi, banyak orang mengira hipertensi hanya dipicu oleh makanan yang terasa asin. Padahal, bumbu pelengkap seperti kecap manis juga menyimpan kandungan natrium dan gula yang cukup tinggi.
 
Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah berlebihan, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi "bom waktu" bagi kesehatan.
 
Apa yang Terkandung di Balik Manisnya Kecap?
 
Kecap manis dibuat melalui proses fermentasi kedelai hitam yang dipadukan dengan berbagai bahan hingga menghasilkan rasa khas yang begitu disukai masyarakat.
 
Bahan-bahan utamanya meliputi:
 
  • Kedelai hitam hasil fermentasi
  • Gula aren atau gula kelapa sebagai sumber rasa manis
  • Garam
  • Air
  • Beragam rempah, seperti bawang putih, kayu manis, cengkih, dan adas untuk memperkaya aroma
 
Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang khas. Namun, kandungan gula dan natriumnya juga menjadi alasan mengapa kecap manis sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
 
Mengapa Kecap Manis Bisa Memicu Hipertensi?
 
Meski identik dengan rasa manis, kecap manis ternyata juga mengandung natrium yang tidak sedikit. Saat dipadukan dengan makanan lain yang tinggi garam, total asupan natrium harian dapat meningkat tanpa disadari.
 
Kelebihan natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Kondisi ini dapat memicu naiknya tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.
 
Di sisi lain, kandungan gula yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga berbagai gangguan metabolisme jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.
 
Kolom Komentar Dipenuhi Pengakuan "Anak Kecap"
 
Unggahan Budi Gunadi Sadikin langsung ramai dibanjiri komentar warganet. Menariknya, banyak yang justru mengaku tidak bisa lepas dari kebiasaan mengonsumsi kecap manis.
 
Salah satunya datang dari akun TikTok @bayam_tumis yang menulis, "aku anak kecap bgt, sering liat VT-VT kecap begini tinggi natrium tapi tetap kulakukan karena udah habit. Makan sambal apa pun pakai kecap, beuhhh... lahap bener sampai nambah-nambah."
 
Komentar tersebut pun mengundang banyak respons karena dianggap mewakili kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang menjadikan kecap manis sebagai pelengkap hampir di setiap menu makanan.
 
Meski demikian, tidak sedikit pula warganet yang mengaku kini mulai lebih aware terhadap kandungan gula dan natrium pada kecap manis.
 
Sebagian memilih mengurangi porsinya, sementara yang lain mulai membatasi konsumsi makanan tinggi garam demi menjaga tekanan darah tetap stabil.
 
Nikmat Boleh, Berlebihan Jangan
 
Kecap manis bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Namun, seperti halnya gula dan garam, konsumsinya tetap perlu dikendalikan.
 
Menggunakan kecap secukupnya, mengurangi asupan makanan tinggi gula dan natrium, memperbanyak sayur serta buah, rutin beraktivitas fisik, hingga memeriksa tekanan darah secara berkala menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
 
Pada akhirnya, bukan kecap manis yang menjadi musuh, melainkan kebiasaan mengonsumsinya secara berlebihan tanpa disadari. Karena itu, menikmati makanan favorit tetap boleh dilakukan, asalkan disertai dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore