
Ilustrasi IGD. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Penanganan kasus trauma di instalasi gawat darurat (IGD) membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan medis. Koordinasi antar-dokter spesialis menjadi faktor penting, terutama pada pasien dengan cedera kompleks yang melibatkan kepala, tulang belakang, hingga sistem saraf.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Serang, dr. Mochamad Sri Arya H, Sp.BS, mengatakan bahwa kasus trauma tidak dapat ditangani oleh satu disiplin ilmu saja. Kolaborasi berbagai dokter spesialis diperlukan agar evaluasi dan tindakan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Pada kasus trauma, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor yang sangat penting. Dengan adanya layanan yang terintegrasi serta dukungan pemeriksaan penunjang yang memadai, proses evaluasi dan penentuan tindakan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujar dr. Arya kepada wartawan, Kamis (25/6).
Menurutnya, koordinasi antardokter spesialis sangat penting terutama pada kasus yang melibatkan cedera kepala, tulang belakang, maupun gangguan pada sistem saraf. Sebab, penanganan yang terlambat berpotensi meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk kondisi pasien.
Penanganan pasien trauma umumnya melibatkan berbagai dokter spesialis, mulai dari ortopedi, bedah saraf, bedah umum, bedah digestif, radiologi, penyakit dalam, anestesi, hingga rehabilitasi medik.
Kolaborasi tersebut diperlukan karena pasien trauma sering kali mengalami lebih dari satu jenis cedera. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, CT scan, dan MRI juga menjadi bagian penting untuk menentukan diagnosis dan tindakan yang tepat.
Selain tindakan medis di ruang operasi, proses pemulihan pasien juga memerlukan dukungan rehabilitasi medik agar fungsi tubuh dapat kembali optimal.
Kebutuhan akan layanan trauma yang terintegrasi itu pun mendorong Bethsaida Hospital Serang meluncurkan Advanced Trauma Center pada Kamis (25/6). Pusat layanan ini dirancang untuk menangani berbagai kasus cedera dan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan komprehensif.
Layanan tersebut didukung tim dokter multidisiplin, fasilitas IGD 24 jam, smart ambulance, serta berbagai teknologi diagnostik seperti X-Ray, USG, CT Scan 258 Slice, dan MRI 1.5T. Rumah sakit juga menghadirkan layanan hemodialisis (HD) sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan.
Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandi, mengatakan pengembangan layanan tersebut dilakukan untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat Serang, Cilegon, dan wilayah Banten.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
