
Ilustrasi strabismus atau mata juling. (magnific)
JawaPos.com - Strabismus atau mata juling menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian serius orang tua. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata bila tidak segera ditangani dengan baik.
Strabismus merupakan kondisi medis ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk kemampuan melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, serta meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti ambliopia atau mata malas.
Oleh karena itu, perlu ada edukasi agar masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda strabismus sejak dini. Pada bayi, mata yang tampak tidak sejajar dapat terjadi karena koordinasi saraf mata yang belum matang. Namun, apabila kondisi tersebut menetap setelah usia enam bulan, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.
Penyebab strabismus harus diketahui secara tepat. Beberapa hal yang menjadi penyebab seperti gangguan otot mata, saraf, faktor genetik, maupun kelainan refraksi seperti minus, plus atau silinder yang tidak terkoreksi.
Baca Juga:Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.167,99 Triliun sepanjang 2025, Laba Bersih Rp 55,2 Triliun
Mata juling dalam beberapa kondisi tidak terlihat terus menerus. Gejala bisa muncul sesekali saja seperti saat anak lelah, mengantuk, melamun, atau sedang kurang sehat.
Bahkan ditemukan kondisi strabismus yang tidak tampak dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini baru bisa terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang lebih teliti.
Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, Prof Tjahjono D. Gondhowiardjo mengatakan, perusahaannya meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign melalui kampanye edukasi Strabismus : From Stigma to Confidence. Pihaknya terdorong untuk meneruskan edukasi kepada masyarakat.
"Melalui kampanye strabismus ini, JEC Eye Hospitals & Clinics ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal," ujar Tjahjono, Kamis (25/6).
Untuk memperluas jangkauan edukasi, JEC Eye Hospitals & Clinics menjalankan kampanye ini melalui berbagai kanal, mulai dari edukasi digital dan media sosial, seminar kesehatan mata, talkshow radio, podcast, publikasi media hingga kegiatan offline seperti skrining mata dan program sosial operasi mata juling gratis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
