
Ilustrasi seorang anak tidur menggunakan kipas angin. (Freepik)
JawaPos.com - Anggapan bahwa anak bisa terkena paru-paru basah karena sering tidur sambil menggunakan AC atau kipas angin masih banyak dipercaya masyarakat. Namun, benarkah anggapan itu? Ternyata hal itu bukan fakta, lho.
Secara definisi, Dokter Spesialis Anak dr. Abdurrahman Hasanuddin, Sp.A menjelaskan bahwa paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan atau nanah. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur, bukan karena paparan udara dingin dari AC atau kipas angin.
"Paru-paru basah itu disebut pneumonia, yaitu infeksi pada jaringan paru yang membuat kantung udara terisi cairan atau nanah. Penyebab utamanya adalah bakteri, virus, atau jamur, sama sekali bukan karena hembusan udara dingin dari AC atau kipas angin," ujar pria yang akrab disapa dr. Maman itu dalam unggahannya di Threads, dikutip setelah izin, Selasa (7/7).
Ia menjelaskan bahwa udara dingin dari AC memang dapat membuat saluran napas menjadi lebih kering. Pada anak yang memiliki riwayat alergi atau asma, kondisi tersebut bisa memicu munculnya gejala seperti hidung tersumbat, bersin, atau batuk.
Namun, gejala tersebut merupakan bentuk hiperreaktivitas saluran napas, bukan infeksi pneumonia alias paru-paru basah. Karena itu, penggunaan AC saat anak tidur tidak perlu dihindari selama dilakukan dengan cara yang benar.
Oleh karena itu, dr. Maman menyatakan bahwa anak tetap boleh tidur menggunakan AC agar merasa nyaman dan memperoleh kualitas tidur yang baik. Orang tua disarankan mengatur suhu AC pada kisaran 24-26 derajat Celsius, memastikan hembusan angin tidak mengarah langsung ke tubuh anak, serta rutin membersihkan filter AC agar kualitas udara tetap terjaga.
Baca Juga:Cara Kenali Anak yang Kemungkinan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Salah Satunya Sulit Tidur
Ia juga mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk yang disertai sesak napas atau napas terasa berat. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang tepat. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
