
Ilustrasi aktivitas yang merangsang kognitif dan motorik pada anak. (Istimewa)
JawaPos.com - Anak yang mengalami alergi atau tidak cocok terhadap protein susu sapi bukan berarti akan tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Dengan diagnosis yang tepat, pemenuhan nutrisi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, serta stimulasi yang memadai, anak tetap memiliki peluang berkembang optimal, baik dari sisi fisik, kognitif, maupun sosial.
Isu alergi susu sapi masih menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi banyak orang tua. Tidak sedikit yang khawatir kondisi tersebut akan menghambat kemampuan belajar, aktivitas fisik, hingga prestasi anak di masa depan.
Padahal, para ahli kesehatan menekankan bahwa alergi protein susu sapi tidak identik dengan gangguan tumbuh kembang permanen. Yang terpenting adalah mengenali gejalanya sejak dini, memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi melalui sumber yang sesuai, serta memberikan stimulasi belajar dan aktivitas fisik yang seimbang.
Baca Juga:Garudayaksa FC Pastikan Kebugaran Pemain Jelang Super League, Pemain Jalani Medical Check-Up
Kesadaran tersebut juga mendorong berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat bertepatan dengan World Allergy Week 2026 dan menjelang Hari Anak Nasional. Salah satunya diwujudkan melalui kompetisi yang mengajak anak-anak mengasah kemampuan fisik sekaligus kognitif sebagai bentuk pembuktian bahwa keterbatasan akibat alergi tidak harus menjadi penghalang untuk berprestasi.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti konsep Brain Gym, yaitu kompetisi yang menggabungkan tantangan aktivitas fisik dengan kemampuan berpikir. Peserta tidak hanya diminta berlari melewati berbagai rintangan, tetapi juga harus tetap fokus menyelesaikan tantangan numerik dan linguistik dalam waktu bersamaan.
Konsep ini dirancang untuk melatih koordinasi tubuh, konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, hingga kepercayaan diri anak. Rangkaian penyisihan telah berlangsung di Jakarta dan Bandung sejak 27 Juni hingga 12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 3.000 peserta, yang kemudian diseleksi menjadi 12 finalis untuk bertanding pada babak puncak di Jakarta pada 26 Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Selain kompetisi tatap muka, masyarakat dari berbagai daerah juga dapat mengikuti tantangan secara daring.
Di balik kompetisi tersebut, penyelenggara juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penanganan anak yang memiliki sensitivitas terhadap susu sapi.
Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties Fitria Dewi Astari mengatakan, momentum World Allergy Week dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai anak yang tidak cocok mengonsumsi susu sapi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
