
ilustrasi kanker payudara pada perempuan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Deteksi dini kanker payudara menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Upaya ini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan mandiri serta menjalani skrining medis secara berkala.
Dengan mengetahui kondisi sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini hingga kini masih menjadi tantangan.
Sementara itu, lada lingkungan industri garmen Indonesia yang memiliki jumlah pekerja perempuan cukup besar, kanker payudara dan kanker serviks (rahim) dapat luput terdeteksi karena keterbatasan pengetahuan, stigma, maupun akses terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Baca Juga:Robert Rene Alberts Buka Suara usai Sanksi Persib Dicabut FIFA Sebut Keluarga Sempat Diserang
Deteksi dini penting dilakukan karena seseorang tidak selalu mengalami keluhan yang jelas pada tahap awal penyakit. Karena itu, memahami faktor risiko, mengenali perubahan yang tidak biasa pada tubuh, serta memanfaatkan layanan skrining dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Edukasi mengenai kanker dan pemeriksaan dini kemudian menjadi salah satu perhatian MAS Arya Indonesia melalui program Aloka. Inisiatif tersebut diperkenalkan sejak 2019 untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai risiko kanker, pemeriksaan mandiri, akses skrining, hingga langkah-langkah pencegahan.
“Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka,” ujar Francisca Vina Oktavia, Assistant Manager Human Resources, MAS Arya Indonesia di Jakarta, dikutip Rabu (12/8).
Sejak 2024, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal. Materinya mencakup edukasi kesehatan, praktik pemeriksaan mandiri, akses terhadap layanan skrining, serta diskusi yang mendorong karyawan lebih terbuka membicarakan kesehatan.
Pendekatan edukasi di tempat kerja dinilai dapat membantu membuat informasi mengenai kanker dan pemeriksaan dini lebih mudah dijangkau. Hal ini juga dapat mendorong pekerja untuk tidak menunggu sampai muncul keluhan berat sebelum memeriksakan kondisi kesehatan.
Upaya meningkatkan kesadaran mengenai kanker juga berkaitan dengan pengurangan stigma yang masih membuat sebagian orang enggan membicarakan maupun memeriksakan kondisi kesehatannya. Dengan informasi yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu sampai gejala menjadi berat.
“Meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan bukan hanya merupakan langkah yang tepat bagi karyawan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Rajitha Kamalchandra, Chief Executive Officer, MAS Arya Indonesia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
