Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 05.26 WIB

BPOM Dorong Semua Pihak Aktif Lapor Obat yang Terindikasi Bermasalah, Begini Alasannya

BBPOM Surabaya menyita 2.523 produk Obat Bahan Alam (OBA) ilegal dan berbahaya dalam operasi penindakan di Kabupaten Bangkalan. (BBPOM Surabaya) - Image

BBPOM Surabaya menyita 2.523 produk Obat Bahan Alam (OBA) ilegal dan berbahaya dalam operasi penindakan di Kabupaten Bangkalan. (BBPOM Surabaya)

JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong masyarakat dan tenaga medis aktif laporkan obat dicurigai bermasalah.

Pelaporan termasuk dugaan efek samping dan kejadian tidak diinginkan obat. Pelaporan dinilai penting untuk pantau keamanan obat sekaligus memperkuat perlindungan pasien. Langkah ini bertujuan mencegah risiko bagi pengguna obat.

"Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga sepanjang siklus hidup obat, mulai dari memastikan ketertelusuran dan keamanan produk hingga pemantauan keamanannya setelah beredar melalui pelaksanaan farmakovigilans," ujar Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat BPOM Nova Emelda, Kamis (17/9).

Menurutnya, setiap laporan yang diterima BPOM jadi informasi penting untuk ketahui profil keamanan obat. Ini juga mendukung upaya perlindungan keselamatan pasien lebih baik.

Masyarakat diminta memeriksa obat diperoleh melalui jalur resmi dan cek nomor izin edar lewat Cek BPOM. Cara ini membantu pastikan kualitas dan keamanan obat yang digunakan.

Senada, Associate Director, Medical & Regulatory Novo Indonesia dr. Riyanny Meisha Tarlinan sebut keselamatan pasien butuh keterlibatan semua pihak. Peran produsen hingga pasien sangat penting untuk keamanan obat.

"Melalui kolaborasi dan peran aktif setiap pihak, kita dapat bersama-sama mendukung perjalanan pengobatan yang lebih aman bagi pasien. Bagi Novo, upaya tersebut dimulai dari penerapan proses dan standar kualitas sebelum produk dipasarkan, sistem untuk memastikan keaslian produk, upaya mendukung deteksi produk ilegal, hingga pemantauan keamanan setelah produk digunakan melalui tanggung jawab Pharmacovigilance," jelas Riyanny.

Ia menambahkan, pasien mengalami kejadian tidak diinginkan atau efek samping setelah pakai obat perlu konsultasi tenaga kesehatan. Tindakan ini penting untuk tindaklanjut dan pemantauan keamanan produk.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore