
Tindakan operasi kanker rektum menggunakan da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery, yang memungkinkan sayatan lebih kecil dan mendukung pemulihan lebih cepat. (Istimewa).
JawaPos.com - Kanker rektum adalah kondisi pertumbuhan tumor ganas pada bagian akhir usus besar, terletak di rongga panggul yang sempit, dekat otot pengontrol anus, serta saraf yang berperan dalam fungsi berkemih dan seksual.
Kondisi ini kerap membuat pasien khawatir ketika harus menjalani operasi, terutama pada risiko gangguan BAB dan berkemih setelah tindakan. Kini, operasi kanker rektum dapat dilakukan menggunakan da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery, yang memungkinkan sayatan lebih kecil dan mendukung pemulihan lebih cepat.
Menurut Dr. dr. Errawan Ramawitana Wiradisuria, Sp.B-KBD, M.Kes, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, tujuan utama operasi adalah mengangkat kanker secara optimal sekaligus mempertahankan fungsi anus dan saraf di sekitarnya bila memungkinkan.
“Pilihan operasi disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk lokasi dan ukuran tumor, stadium kanker, serta respons terhadap terapi sebelum operasi seperti kemoterapi atau radioterapi. Pada pasien yang sesuai untuk operasi minimal invasif, pendekatan robotik dapat menjadi salah satu pilihan dengan mempertimbangkan manfaatnya bagi pasien,” jelas dr. Errawan.
Manfaat teknologi robotik dapat dirasakan bagi pasien melalui teknik minimal invasif. “Operasi robotik dapat memberikan manfaat, seperti sayatan yang lebih kecil, minim nyeri, serta masa rawat inap lebih singkat. Pendekatan ini juga dapat mengurangi kebutuhan untuk beralih ke operasi terbuka serta membantu mempertahankan fungsi buang air kecil, seksual, dan buang air besar setelah operasi,” terang dr. Errawan.
Baca Juga:Mayapada Jaksel Kolaborasi dengan Lovepink, Dorong Deteksi Dini & Saling Menguatkan Penyintas Kanker
Selain itu, kecanggihan teknologi robotik turut membantu dokter selama operasi. “Dengan kendali dokter selama operasi, teknologi robotik membantu menjangkau area panggul yang sempit dengan visualisasi 3D dan instrumen yang fleksibel dengan ketepatan gerakan, dan menghilangkan tremor (filtrasi tremor), yang mendukung pemisahan jaringan secara lebih terkontrol, termasuk di sekitar saraf yang perlu dipertahankan. Namun, dokter tetap mengendalikan seluruh gerakan selama operasi, sementara teknologi robotik membantu meningkatkan kontrol,” ungkap dr. Errawan.
Teknologi robotik juga dapat mendukung upaya dokter mempertahankan fungsi anus pada pasien, termasuk ketika tumor berada di bagian rektum yang sangat rendah. Pada kasus tertentu, setelah tumor diangkat, dokter dapat menyambungkan kembali usus ke bagian bawah rektum atau anus.
“Untuk melindungi sambungan usus tersebut, dokter dapat membuat saluran pembuangan feses sementara (stoma) melalui dinding perut dalam operasi yang sama. Setelah sambungan usus pulih, stoma dapat ditutup melalui operasi berikutnya sehingga pasien dapat kembali buang air besar melalui anus,” jelas dr. Errawan.
Namun, untuk mengetahui apakah pasien dapat menjalani operasi robotik, perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh. “Pemeriksaan dapat meliputi kolonoskopi untuk melihat kondisi bagian dalam usus, MRI panggul dan atau CT Scan Abdomen untuk mengetahui lokasi dan luas tumor, serta kondisi organ lain dan kemungkinan penyebaran penyakit,” terang dr. Errawan.
Menurut dr. Errawan, pada tumor yang berisiko tinggi, sumbatan usus akut, atau kebocoran usus akibat kanker, operasi terbuka dapat lebih dipertimbangkan. Dalam kondisi tertentu, pemasangan stoma secara permanen juga dapat menjadi pilihan yang aman secara medis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022