
Kerusakan tulang rawan pada orang tua yang melindungi sendi dan dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, serta keterbatasan gerak. (Istimewa)
JawaPos.com - Orang tua mulai sulit bangun dari kursi, enggan naik-turun tangga, berjalan semakin lambat, atau bentuk kaki terlihat berubah menjadi O atau X? Kondisi ini dapat berkaitan dengan osteoartritis (OA) lutut, yaitu kerusakan tulang rawan yang melindungi sendi dan dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, serta keterbatasan gerak.
Jika kondisi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) dapat menjadi salah satu pilihan penanganan.
TKR juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi robotik untuk mendukung akurasi dan presisi tindakan, namun prosedur ini tidak selalu diperlukan atau sesuai untuk setiap pasien. Di Indonesia, teknologi robotik untuk prosedur TKR dapat dilakukan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), dan Mayapada Hospital Kuningan (MHKN). Teknologi robotik ini berperan sebagai alat bantu, dengan keahlian dokter sebagai penentu keputusan klinis.
Terkait pilihan terapi OA lutut, dr. Marvin Pili, Sp.OT, Subsp. PL(K) dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, “Penanganan OA terlebih dahulu dimulai dengan terapi non-operatif seperti pengaturan berat badan, fisioterapi, obat-obatan, hingga suntik obat anti-radang (kortikosteroid) pada bagian sendi yang sakit. Penanganan lanjut dapat dipertimbangkan dengan melihat kondisi pasien,”
Kemudian, dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K)-Hip and Knee dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan melanjutkan, “Pada kondisi berat yang tidak lagi membaik dengan terapi konservatif, prosedur TKR robotik dapat menjadi pilihan penanganan, dengan mempertimbangkan derajat kerusakan sendi, kondisi kesehatan, serta kebutuhan pasien melalui pemeriksaan radiologi yang tepat, serta evaluasi menyeluruh dan berkolaborasi dengan tim dokter spesialis serta subspesialis, termasuk melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan,” terang dr. Sunaryo.
Tindakan TKR robotik membantu dokter merencanakan tindakan berdasarkan kondisi anatomi masing-masing pasien. Prof. Dr. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, “Teknologi robotik membantu dokter menentukan posisi dan keseimbangan implan secara lebih presisi berdasarkan data anatomi pasien serta meminimalkan kerusakan jaringan di sekitar sendi. Hal ini dapat membantu mengurangi nyeri setelah operasi, mempercepat pemulihan dan rehabilitasi, serta mendukung pasien kembali beraktivitas dengan fungsi lutut yang lebih baik.”
Prosedur ini juga didukung dengan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk mengoptimalkan pemulihan sejak sebelum operasi melalui edukasi, optimalisasi kondisi kesehatan dan nutrisi, pengelolaan nyeri, serta latihan.
“Pemulihan pasien tidak hanya ditentukan oleh teknologi saat operasi. Protokol ERAS® mendukung pemulihan lebih cepat, fungsi lutut yang optimal, kepuasan pasien, dan hasil klinis yang konsisten. Setelah operasi, pasien didorong untuk mulai bergerak sedini mungkin sesuai kondisinya, dan dilanjutkan dengan latihan secara bertahap untuk membantu mengembalikan kekuatan dan fungsi lutut,” pungkas Prof. Dwikora yang menjadi salah satu pionir dalam sertifikasi ERAS® di Indonesia, khususnya pada prosedur TKR, serta pernah menjabat sebagai Ketua Kolegium Ortopedi Indonesia.
Protokol ERAS® sendiri telah diterapkan di MHSB dan MHJS melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin untuk mendukung pemulihan dan hasil klinis yang optimal. Hingga saat ini, Mayapada Hospital menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang meraih sertifikasi ERAS® untuk prosedur knee replacement robotik.
Berbagai masalah pada lutut dapat berkembang dan mengganggu kualitas hidup, sehingga diperlukan penanganan yang menyeluruh untuk mengembalikan fungsi lutut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022