
Ilustrasi kanker. (Photo by Anna Tarazevich/Pexels)
JawaPos.com - Perawatan kanker telah mengalami perubahan besar dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu pilihan pengobatan cenderung lebih terbatas kini perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan dokter menyusun strategi perawatan yang semakin disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Artinya tren perawatan kanker saat ini semakin personal. Jenis dan stadium kanker, karakteristik penyakit, kondisi kesehatan secara keseluruhan, hingga kebutuhan dan keseharian pasien menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan perawatan.
Parkway Cancer Centre (PCC) sudah memulai perubahan perawatan pasien kanker itu. Sejak 2006, PCC mengembangkan layanan kanker yang lebih terkoordinasi. PCC didirikan Dr Ang Peng Tiam, Dr Khoo Kei Siong, Dr Teo Cheng Peng, dan Dr Lim Hong Liang. Keempatnya memang membangun pusat kanker dengan pendekatan yang berpusat pada pasien.
Deputy Medical Director PCC, Dr Khoo Kei Siong berkata selama dua dekade perkembangan dalam diagnosis dan terapi kanker membuka semakin banyak kemungkinan. Mulai, operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, hingga imunoterapi dapat digunakan sesuai dengan jenis dan karakteristik kanker.
"Dukungan dari berbagai disiplin ilmu kedokteran juga memungkinkan pasien mendapatkan perawatan yang lebih terkoordinasi," kata Dr Khoo di Surabaya pada Rabu (30/9). Bagi pasien, perkembangan tersebut bukan hanya berarti hadirnya teknologi atau pilihan terapi baru, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pendekatan yang lebih personal dalam menjalani pengobatan.
Perawatan kanker yang semakin personal berarti pasien memiliki ruang untuk memahami kondisi yang dihadapi. Lalu mendiskusikan pilihan yang tersedia, serta mendapatkan pendampingan dari tim medis sepanjang perjalanan pengobatan.
“Kepercayaan tumbuh ketika pasien merasa bahwa dokter mereka tidak hanya kompeten, tetapi juga mengutamakan kepentingan terbaik mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Kisah Vonny Indriaty menjadi salah satu gambaran mengenai panjangnya perjalanan yang dapat dihadapi seorang pasien kanker. Perempuan asal Jogja itu didiagnosis menderita kanker payudara stadium 4 sekitar satu dekade lalu. Pada saat diagnosis, kanker telah menyebar ke otak, tulang belakang, dan tulang.
Vonny kemudian menjalani berbagai perawatan, termasuk radioterapi dan kemoterapi. Perjalanan pengobatannya tidak selalu mudah. Pada 2022, ketika penyakitnya kembali kambuh, Vonny menjalani operasi dan kemoterapi sebelum kembali ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022