
Ilustrasi virus. (Global Virus Network).
JawaPos.com - Pes pneumonik merupakan bentuk infeksi Yersinia pestis yang menyerang paru-paru dan dapat berkembang sangat cepat. Berbeda dengan pes bubonik yang umumnya berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening, pes pneumonik dapat menular langsung dari orang ke orang melalui partikel pernapasan.
Penyakit ini menjadi perhatian setelah muncul laporan dugaan kasus di Siberia, Rusia. Seorang pekerja lembaga penelitian pes dekat Irkutsk dilaporkan meninggal setelah mengalami pneumonia berat. Namun demikian, otoritas Rusia belum mengkonfirmasi secara resmi bahwa pes menjadi penyebab kematiannya.
Di tengah laporan tersebut, penting memahami apa sebenarnya pes pneumonik, bagaimana penyakit ini menular, serta gejala yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Pes Pneumonik?
Mengutip berbagai jurnal, pes pneumonik adalah infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri yang sama juga menyebabkan dua bentuk pes lainnya, yakni pes bubonik dan pes septikemik.
Perbedaannya terletak pada bagian tubuh yang terutama terkena dan bagaimana penyakit tersebut berkembang. Pes pneumonik secara khusus menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat muncul sebagai infeksi primer setelah seseorang menghirup bakteri dari partikel pernapasan penderita lain.
Pes pneumonik juga dapat menjadi komplikasi dari pes bubonik atau pes septikemik. Ketika infeksi tidak ditangani dan bakteri menyebar melalui aliran darah hingga mencapai paru-paru, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi pes pneumonik sekunder. Salah satu hal yang membuat pes pneumonik berbeda adalah kemampuannya menyebar langsung dari manusia ke manusia.
Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup droplet atau aerosol yang mengandung bakteri dan dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin. Karena melibatkan saluran pernapasan, penularan dapat terjadi ketika terdapat kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi paru-paru akibat Yersinia pestis.
Inilah alasan mengapa pasien yang dicurigai mengalami pes pneumonik perlu segera mendapatkan penanganan dan tindakan pencegahan penularan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022