Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 19.18 WIB

6 Penilaian PERKI Soal Kasus Kawat Medis Tertinggal di Pembuluh Darah Pasien RSUD AWS

Ilustrasi pembuluh darah. (CardioVascular Health Clinic). - Image

Ilustrasi pembuluh darah. (CardioVascular Health Clinic).

JawaPos.com - Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) menyampaikan enam penilaian terkait kasus tertinggalnya fragmen kawat pemandu atau guidewire sepanjang sekitar 2 sentimeter di pembuluh darah jantung pasien RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. 

PERKI menilai kasus tersebut perlu dilihat secara medis yang utuh, adil, dan proporsional, termasuk dengan mempertimbangkan kondisi kegawatdaruratan saat tindakan dilakukan.

Ketua PP PERKI dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., dalam pernyataan resmi organisasi, menyampaikan empati kepada pasien dan keluarga. PERKI mendorong rumah sakit dan tim dokter memberikan informasi lengkap, memastikan pemantauan lanjutan, serta memfasilitasi second opinion apabila dikehendaki keluarga.

“PP PERKI menyampaikan empati yang mendalam kepada pasien dan keluarga atas kondisi kesehatan yang sedang dihadapi. PP PERKI memahami kecemasan keluarga dan menegaskan bahwa pasien berhak mendapatkan penjelasan yang jujur, terbuka, serta empati yang tulus,” demikian pernyataan resmi PP PERKI yang ditandatangani dr. Ade, dikutip Rabu (7/10).

Berikut enam penilaian PP PERKI:

1. Tindakan dilakukan dalam konteks kegawatdaruratan kardiovaskular

PERKI menyebut berdasarkan informasi awal yang tersedia, kasus tersebut merupakan tindakan intervensi dalam konteks kegawatdaruratan kardiovaskular yang membutuhkan pengambilan keputusan medis secara cepat.

Dalam kondisi tersebut, tenaga medis wajib mempertimbangkan keselamatan pasien, manfaat dan risiko tindakan, serta kondisi klinis berdasarkan standar profesi dan pelayanan yang berlaku.

Namun, PERKI menegaskan konteks kegawatdaruratan tidak dengan sendirinya menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin, kelalaian, maupun pertanggungjawaban hukum.

2. Fragmen guidewire merupakan komplikasi yang dikenal dalam prosedur intervensi koroner

PERKI menjelaskan guidewire merupakan perangkat medis yang digunakan dalam prosedur intervensi koroner. Dalam prosedur tertentu, dapat terjadi komplikasi berupa guidewire entrapment, yakni tersangkutnya atau frakturnya kawat pemandu di dalam pembuluh darah koroner.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore