Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 01.35 WIB

Perempuan Jepang Makin Jarang Olahraga, Kebugaran Usia 30-an Turun 3,7 Persen dalam 24 Tahun

Ilustrasi perempuan Jepang.

JawaPos.com - Kebugaran fisik perempuan Jepang berusia 30-an dan 40-an terus menurun selama sekitar 25 tahun hingga tahun fiskal 2025. Kebiasaan berolahraga mereka juga semakin berkurang, salah satunya diduga karena beban pekerjaan, urusan rumah tangga, dan pengasuhan anak.

Dilansir dari Kyodo, Minggu (11/10), survei Badan Olahraga Jepang menunjukkan perempuan dalam dua kelompok usia tersebut semakin jarang menjadi anggota klub olahraga atau fasilitas sejenis. Jumlah perempuan yang berolahraga setidaknya sekali dalam sepekan juga menunjukkan tren penurunan.

Sejumlah analis menilai sebagian perempuan kesulitan berolahraga meskipun memiliki keinginan untuk melakukannya. Keterbatasan waktu dan biaya menjadi kendala ketika mereka harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab rumah tangga dan pengasuhan anak.

Survei kebugaran fisik dan kemampuan atletik tersebut telah dilakukan setiap tahun sejak tahun fiskal 1964, bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pertama. Hasilnya digunakan untuk mengukur kebugaran dasar dan keterampilan motorik masyarakat, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

Jenis tes yang digunakan saat ini mulai diterapkan pada tahun fiskal 1998. Pada periode itu, kelompok usia 60-an dan 70-an turut dimasukkan sehingga cakupan survei meluas ke penduduk berusia 6 hingga 79 tahun.

Survei untuk tahun fiskal 2025 dilaksanakan pada Mei hingga Oktober tahun lalu dengan mengumpulkan data dari sekitar 60.000 orang.

Skor kebugaran perempuan terus turun

Dengan skor tahun fiskal 2001 sebagai patokan 100 persen, skor kebugaran fisik total perempuan berusia 30-an turun menjadi 96,3 persen pada tahun fiskal 2025. Sementara itu, skor perempuan berusia 40-an merosot lebih jauh menjadi 93,6 persen.

Penurunan juga terlihat pada kebiasaan berolahraga. Persentase perempuan berusia 30-an yang mengaku berolahraga setidaknya sekali dalam sepekan turun dari sekitar 40 persen menjadi 30 persen.

Pada kelompok usia 40-an, persentasenya turun dari kisaran 40 persen bagian atas menjadi kisaran 40 persen bagian bawah.

Keanggotaan klub olahraga dan fasilitas sejenis juga menunjukkan tren serupa. Pada tahun fiskal 2001, sekitar 30 persen perempuan berusia 30-an tercatat menjadi anggota fasilitas tersebut. Angkanya kemudian turun menjadi sekitar 10 persen.

Penurunan keanggotaan ini lebih besar di kalangan perempuan dibandingkan kelompok lainnya.

Beban rumah tangga dan biaya jadi kendala

Noriko Sekine, profesor fisiologi olahraga di Open University of Japan yang terlibat dalam survei tersebut, menilai kesenjangan kebugaran antara laki-laki dan perempuan mungkin berkaitan dengan pembagian tanggung jawab sehari-hari.

Menurut dia, perempuan cenderung menanggung beban pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak yang lebih besar dibandingkan laki-laki. Kondisi itu dapat mengurangi waktu yang tersedia untuk berolahraga.

Sekine juga menyoroti persoalan finansial yang dihadapi perempuan yang tinggal sendiri. Sebagian dari mereka mungkin tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membayar keanggotaan klub olahraga.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore