
Orang Pingsan (Canva)
JawaPos.com - Pingsan merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran untuk sementara waktu akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan membuat orang di sekitarnya panik.
Pingsan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti berdiri terlalu lama, dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan tekanan darah. Meskipun sebagian orang dapat kembali sadar dalam waktu singkat, kondisi ini tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat.
Pertolongan pertama perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan korban dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut. Melansir dari National Health Service dan Mayo Clinic, Senin (2/11), berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika seseorang pingsan.
1. Pastikan Kondisi Sekitar Aman
Sebelum memberikan pertolongan, pastikan lingkungan di sekitar korban aman. Jauhkan benda-benda yang berpotensi menyebabkan cedera dan pastikan korban berada di tempat yang tidak membahayakan keselamatannya. Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mendampingi selama proses pertolongan berlangsung.
2. Periksa Respon Orang yang Pingsan
Coba periksa kesadaran orang yang pingsan dengan memanggilnya menggunakan suara yang cukup keras atau menepuk bahunya secara perlahan. Perhatikan apakah orang tersebut membuka mata, bergerak, atau memberikan respons lainnya. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadarannya sebelum memberikan pertolongan lebih lanjut.
3. Periksa Pernapasannya
Cara selanjutnya yaitu pastikan korban masih bernapas secara normal dengan memperhatikan pergerakan dada dan mendengarkan suara napas selama maksimal 10 detik.
Jika korban tidak bernapas normal atau hanya terengah-engah, segera hubungi layanan darurat dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau CPR jika mampu. Gunakan alat AED apabila tersedia.
4. Baringkan dan Angkat Kedua Kakinya
Jika korban masih bernapas normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda cedera serius, baringkan tubuhnya dalam posisi telentang. Kemudian, angkat kedua kaki sekitar 30 sentimeter untuk membantu meningkatkan aliran darah menuju otak.
Namun, jangan mengangkat kaki jika tindakan tersebut menimbulkan rasa sakit atau terdapat dugaan cedera pada kaki, pinggul, maupun tulang belakang.
5. Longgarkan Pakaian yang Terlalu Ketat
Pakaian yang terlalu ketat di sekitar leher dan pinggang sebaiknya dilonggarkan agar korban merasa lebih nyaman. Misalnya, dengan membuka kancing kerah baju atau melonggarkan ikat pinggang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022