
Ilustrasi Dokter melakukan pemeriksaan mata di RS Pelni, Jakarta.
JawaPos.com - Rasio dokter di Indonesia hanya 0,62 dokter per 1.000 penduduk. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai pemanfaatan artificial intelligence (AI) perlu dioptimalkan untuk membantu mengatasi kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan tersebut
Ketua Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) periode 2024–2026 sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Anna Kurniati mengatakan, perkembangan teknologi harus bisa dimanfaatkan seluruh tenaga kesehatan, termasuk yang bertugas di wilayah terpencil.
AI dinilai dapat menjadi instrumen pendukung untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan.
"Termasuk berkembangnya teknologi Artificial Intelligence, ini harus menjadi instrumen yang bisa membantu tenaga kesehatan," kata Anna dalam Konferensi ke-14 AAAH di Bali, Rabu (4/11).
Baca Juga:BGN Tegaskan Tidak Ada Kewajiban bagi SPPG Kurangi Jumlah Relawan usai Biaya Operasional Dibatasi
Sementara itu, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes Ika Trisia memaparkan, Indonesia saat ini memiliki 180.327 dokter teregistrasi. Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan secara merata di seluruh wilayah.
Berdasarkan data nasional, sebanyak 63 persen Puskesmas atau 6.520 dari total 10.337 Puskesmas telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Sementara itu, 80,8 persen RSUD atau 681 dari 843 rumah sakit telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.
"Kami masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis serta memastikan pemerataan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan," ungkap Ika.
Menurutnya, persoalan SDM kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga medis yang tersedia. Pemerintah juga harus memastikan tenaga kesehatan memiliki kualifikasi sesuai standar dan ditempatkan berdasarkan kebutuhan pelayanan di setiap daerah.
"Tantangan kita bukan hanya menghasilkan lebih banyak tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kesehatan yang tepat tersedia di tempat yang tepat, dengan kompetensi yang tepat," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022