Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2026 | 05.20 WIB

Rasio Dokter di Indonesia Hanya 0,62 per 1000 Penduduk, Kemenkes: AI Harus Dimanfaatkan

Ilustrasi Dokter melakukan pemeriksaan mata di RS Pelni, Jakarta. - Image

Ilustrasi Dokter melakukan pemeriksaan mata di RS Pelni, Jakarta.

JawaPos.com - Rasio dokter di Indonesia hanya 0,62 dokter per 1.000 penduduk. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai pemanfaatan artificial intelligence (AI) perlu dioptimalkan untuk membantu mengatasi kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan tersebut 

Ketua Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) periode 2024–2026 sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Anna Kurniati mengatakan, perkembangan teknologi harus bisa dimanfaatkan seluruh tenaga kesehatan, termasuk yang bertugas di wilayah terpencil.

AI dinilai dapat menjadi instrumen pendukung untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan.

"Termasuk berkembangnya teknologi Artificial Intelligence, ini harus menjadi instrumen yang bisa membantu tenaga kesehatan," kata Anna dalam Konferensi ke-14 AAAH di Bali, Rabu (4/11).

Sementara itu, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes Ika Trisia memaparkan, Indonesia saat ini memiliki 180.327 dokter teregistrasi. Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan secara merata di seluruh wilayah.

Berdasarkan data nasional, sebanyak 63 persen Puskesmas atau 6.520 dari total 10.337 Puskesmas telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Sementara itu, 80,8 persen RSUD atau 681 dari 843 rumah sakit telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.

"Kami masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis serta memastikan pemerataan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan," ungkap Ika.

Menurutnya, persoalan SDM kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga medis yang tersedia. Pemerintah juga harus memastikan tenaga kesehatan memiliki kualifikasi sesuai standar dan ditempatkan berdasarkan kebutuhan pelayanan di setiap daerah.

"Tantangan kita bukan hanya menghasilkan lebih banyak tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kesehatan yang tepat tersedia di tempat yang tepat, dengan kompetensi yang tepat," tegasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore