JawaPos Radar | Iklan Jitu

Inilah 20 Resolusi Simple 2016 Pilihan Happy Wednesday

06 Januari 2016, 06:00:00 WIB
Inilah 20 Resolusi Simple 2016 Pilihan Happy Wednesday
AZRUL ANANDA (JawaPos.com)
Share this

1. Kantong Celana bak Sampah Mini

Sedih rasanya melihat tempat sampah yang tertata rapi, tetapi kadang masyarakat susah memasukkan bekas bungkus permen atau tisu ke tempat semestinya. Mungkin mereka bukan shooter kalau main basket sehingga jarang tepat memasukkan sampah ke tempatnya.

Rasanya masih jadi point guard yang sering turnover sehingga tidak tepat ketika mau assist agar segera bisa masuk ke keranjang sampah. Rasanya harus diciptakan banyak point guard sekelas Stephen Curry dengan memulai dari hal yang kecil dulu.

Ayo gunakan kantong celana sebagai bak sampah mini. Coba lihat di bangku sekolah. Berapa puluh bahkan ratus bekas bungkus permen atau tisu yang berceceran. Data lengkap tanya cleaning service, wkwkwkwk…

Langkah awal untuk ikut membangun negeri ini adalah dengan memulai sesuatu dari hal yang kecil. Kalau sudah bisa, dilanjut bersihkan koruptor. Politikus yang nakal tinggal dimasukkan kantong dulu, baru rame-rame dimasukkan bak sampah. Simple is the best!  Dwi Cahyo Kartiko, Sidoarjo

2. Setop Buang Sampah dari Mobil

Masih banyak orang yang buang sampah dari mobil yang sedang berjalan. Selain jalan raya menjadi kotor, kasihan petugas yang harus membersihkannya.

Orang yang punya mobil paling tidak tahu tentang kebersihan. Sangat disayangkan justru mereka yang mengotori jalan raya.  Sunanto, Surabaya

3. Banyak Orang Lupa Tersenyum

Resolusi tahun 2016 yang ingin saya wujudkan adalah ’’Tersenyum’’. Banyak orang yang lupa dengan kekuatan senyum. Satu senyuman yang tulus dan ikhlas dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi yang tersenyum dan orang yang disenyumi.

Senyum itu sedekah yang paling murah. Hanya tersenyum dengan ikhlas saja Anda sudah mendapatkan pahala. Mudah to?

Senyum juga bermanfaat menenangkan pikiran kita dan menurunkan kadar stres dibandingkan dengan selalu marah-marah.

Senyum juga sangat bermanfaat untuk orang-orang yang bekerja melayani pelanggan secara langsung. Toko yang pelayanannya baik dan ramah sudah tentu akan lebih ramai daripada toko yang pelayanannya buruk, apalagi yang pramuniaganya judes.

Hayo jujur, kita pasti akan lebih senang apabila pegawai tokonya sudah cantik, ramah senyum lagi. Iya to?

Mari kita wujudkan budaya tersenyum, karena bukan untuk kebahagiaan kita sendiri, melainkan untuk orang lain. Bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang ramah dan murah senyum. Tapi, ya bukan senyum-senyum sendiri tanpa alasan ya. Nanti bisa salah sangka, hehehe… Balqis Husnayah, Malang

4. Menetapkan Hari Ekspresi

Resolusi 2016: Satu hari dalam setiap minggu ditetapkan sebagai Hari Ekspresi. Semua orang bebas berekspresi dalam hal pakaian kerja, bebas mengajukan ide-ide yang agak nyeleneh, bebas joget, bebas tertawa, dan lain-lain.

Hal itu menjaga keseimbangan hidup, meningkatkan gairah kreatif, serta belajar untuk saling menghargai.

Kebetulan, di kantor kami, hal ini sudah diterapkan sejak tiga bulan terakhir. Hasilnya… Wow! Kinerja meningkat tajam. Dan kebetulan lagi, hari yang dipilih adalah Rabu dan kami namakan ’’Happy Wednesday’’ (karena memang terinspirasi kolom Happy Wednesday di Jawa Pos, hehehe). Saimon Chandra, Sidoarjo

5. Hajatan Jangan Menutup Jalan

Selamat Tahun Baru 2016! Kebetulan sudah lama saya punya unek-unek mengenai masalah jalan macet. Setelah lewat dari kemacetan, saya baru tahu, ooo penyebabnya hanya karena ini?

Usul saya, bagaimana kalau hal-hal di bawah ini dilakukan dini hari (setelah pukul 00.00). Misalnya, truk sampah yang bongkar muat, truk tangki air yang siram-siram tanaman, dan perbaikan/pengaspalan jalan/trotoar.

Dan satu ini yang bikin jengkel: Punya acara hajatan, terus menutup jalan selama tiga hari. Bisa kebayang nggak kalau yang ditutup jalan vital?

Muternya jauh lagi. Betul-betul pemborosan BBM, waktu, dan tenaga. Mereka senang, kita yang susah. Berarti nggak win-win solution dong. Usul saya, tolong yang mau punya acara, carilah tempat yang ’’layak’’. Terima kasih atas perhatiannya. Herny Darmayanti, Surabaya

6. Peluk, Cium, dan Waktu untuk Anak

Usulan resolusi:

1. Bagi suami, biasakan untuk memeluk dan mencium istrinya sebelum berangkat kerja setiap hari. Ini bisa mengharmoniskan hubungan dan mengurangi risiko perceraian.

2. Bagi para ayah, biasakan untuk bermain dengan anaknya minimal 15 menit setiap hari (waktu bisa disesuaikan) untuk meningkatkan bonding ayah dengan anak. Sofianna Islamiati, Solo

7. Bertanggung Jawab dengan Toilet Umum

Resolusi yang saya usulkan agar diterapkan lebih baik lagi pada 2016 adalah jika Anda selesai menggunakan toilet umum, maka bertanggung jawablah.

Pastikan keadaan toilet bersih sebelum Anda meninggalkannya. Kalau Anda buang air kecil/besar, ya siramlah sampai benar-benar bersih. Ingat ya, harus benar-benar bersih alias tidak meninggalkan sisa sedikit pun.

Dan jika Anda menggunakan tisu atau pembalut, buanglah di tempat yang sudah disediakan. Kalau memang tempat sampahnya penuh, Anda bisa menyimpannya dulu, lalu membuangnya di tempat sampah lain di luar toilet.

Ingat, toilet umum adalah toilet bersama yang berarti toilet tersebut digunakan banyak orang. Jadi, mari kita menjadi pengguna toilet yang bertanggung jawab demi kenyamanan bersama. Istilah bahasa Jawanya: Ojo tinggal glanggang colong playu (jangan lari dari tanggung jawab). Laras Prameswari, Surabaya

8. Beri Istri Satu Hari ’’Me Time’’

Saya Jabar, seorang ayah dari tiga anak yang sangat luar biasa. Satu perempuan dan dua laki-laki. Umur mereka 9, 7, dan 1 tahun.

Istri saya adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang mengisi hari-harinya dengan menjadi pengusaha brownies (walaupun kecil-kecilan) dengan merek menggunakan nama anak sulung kami, ’’Keisya’’.

Istri saya, dan mungkin sebagian besar istri yang lain di Indonesia, selalu menghabiskan waktu dari hari ke hari di rumah. Berkutat dengan pekerjaan yang sudah melekat karena (katanya) kodrat.

Selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 30 hari sebulan, aktivitas mereka tidak jauh-jauh dari urusan dapur, mengurus anak-anak, dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Terlihat sederhana dan mungkin para suami berpikir itu adalah hal yang tidak terlalu memeras keringat dan otak seperti halnya seorang pria yang mencari nafkah untuk keluarga dengan bekerja keras di luar rumah. Tapi, berapa jumlah pria, bapak, atau ayah yang berpikir tentang keletihan seorang istri, ibu, dari anak-anaknya?

Untuk itu, saya mengusulkan resolusi simple menurut saya, yaitu give your wife one day ’’me time’’. Para suami, luangkanlah waktu sehari saja dalam seminggu untuk merasakan beratnya menjadi seorang istri atau ibu rumah tangga.

Selama sehari, biarkan istri melakukan hobinya, berkumpul dengan teman-temannya (tanpa suami dan anak-anak di sekitarnya), atau bahkan hanya tidur-tiduran seharian di rumah. Ambillah perannya barang sehari saja dalam seminggu. Mulai mengurus anak, menyiapkan sarapan, bahkan mencuci.

Ini menurut saya akan membuat rumah tangga lebih harmonis karena sebagian besar suami tidak pernah berpikir bahwa pekerjaan rumah tangga berat. Anak-anak juga bisa puas bermain seharian dengan ayahnya, yang biasanya selalu sibuk (bahkan di hari libur). Semoga resolusi saya ini termasuk simple… Abdul Jabar, Mataram, NTB

9. Kebersamaan tanpa HP

Kumpulkan HP di tengah meja saat makan di luar dengan teman. Lalu, jangan disentuh! Kita harus lebih menikmati saat-saat kebersamaan. Jangan main HP sendiri. Andrew Prasetya, Surabaya

10. Gairahkan Lagi Rasa Malu

Malu menggantikan helm dengan kopiah ketika naik motor.

Malu merokok karena berobat masih mengandalkan kartu jamkesmas.

Malu mengisi mobil mewah dengan BBM bersubsidi.

Malu memakai kaus warisan pilkada serentak saat beribadah.

Malu mentraktir pacar memakai uang ortu. Pungki Sukmana Putra

11. Dahulukan Penumpang Turun

Sebagai pengguna jasa KRL Commuterline, setiap hari saya berhadapan dengan orang-orang yang maunya enak sendiri. Lebih butuh perjuangan keras untuk turun dibanding naik si ular besi itu.

Pokoknya, dalam otak dangkal sebagian besar calon penumpang, begitu pintu terbuka, yang penting adalah naik secepat-cepatnya, persetan dengan penumpang yang mau turun. Jadi, begitu akan turun, yang saya hadapi adalah orang yang menerjang masuk laksana banteng dan saya harus punya kekuatan seperti bison untuk melawan.

Imbauan dahulukan penumpang tak mampu dicerna otak mereka.

Saya sering melihat penumpang yang akan turun sampai menangis karena tak mampu keluar dan tak kuasa melawan penumpang yang naik tak tahu aturan (yang berprinsip kepentingan diri sendiri adalah segalanya).

Selama ini saya akan menegur keras siapa pun yang menerjang masuk tanpa aturan. Memarahi mereka dengan sengit dan mendorong balik dengan tanpa ampun.

Karena itu, resolusi saya tahun 2016 adalah bisa lebih mendisiplinkan diri sendiri dan orang lain agar bisa naik dan turun kereta dengan tertib. DAHULUKAN PENUMPANG TURUN.

Hal sederhana yang akan sangat membuat transportasi umum di Jakarta menjadi lebih manusiawi. Mugi Rahayu, Jagakarsa, Jakarta Selatan

12. Demi Anak, No Rokok di Ruang Tamu

Terinspirasi saat berkunjung Natalan ke rumah teman, di ruang tamunya saya lihat ada tulisan ’’No Smoking Area’’ dan baca Kalteng Pos (Jawa Pos Group) edisi Rabu, 30 Desember 2015. Di dalamnya ada tulisan ’’Merokok jangan di dekat anak-anak’’.

Saya seorang perokok, tapi syukurlah kalau di rumah saya selalu merokok di luar ruangan dan tidak pernah di dalam rumah karena anak saya masih kecil-kecil.

Tapi, yang menjadi dilema dan buah simalakama, saat teman-teman datang ke rumah, sulit sekali bagi saya untuk melarang mereka merokok di ruang tamu, sambil berharap-harap rokok mereka cepat habis.

Semoga resolusi saya pada tahun 2016 dapat bermanfaat untuk semua, terutama istri dan anak-anak saya di rumah. Herusli, Palangka Raya

13. Mendahulukan Ambulans

Memberi jalan bagi ambulans yang menyalakan sirene.  Ineke Anggraini Koesworo, Madiun

14. Agar Jayapura Makin Terkenal

Resolusi saya pada 2016 adalah ingin membuat blog tentang kota saya, Jayapura. Berbekal hobi saya yang suka menulis, ditambah lagi saya sudah 30 tahun lahir dan besar di Jayapura, saya termotivasi untuk membuat sebuah blog yang berisi tentang apa pun soal Jayapura dilihat dari kacamata saya.

Blog ini diharapkan membuat Kota Mutiara Hitam ini bisa dikenal lebih luas lagi, semakin membuat saya cinta kota ini.

Dan tentunya berbagai informasinya dapat membantu orang-orang yang hendak berwisata ke Jayapura atau sekadar menambah pengetahuan. Farah Dista Aprilliasari, Jayapura

15. Jangan Lebay

Jangan lebay menulis status. Statusmu adalah harimaumu. Iit Roudlotus Sa’adah, Sidoarjo

16. Datang Awal, Jangan Duduk di Pinggir

Kita pemeluk Katolik tentu paham kalau bangku umat di gedung gereja umumnya panjang-panjang, cukup untuk sepuluh orang.

Anda yang datang awal, ambil posisi di tengah dong, jangan di pinggir!

Agar yang datang belakangan tidak harus melewati duduk Anda saat mencari tempat kosong. Jika Anda sedang khusyuk, kan terusik…Didik Soepriyanto, Malang

17. Sumbangkan Pakaian

Buka lemari pakaian Anda, pilih tiga pakaian/celana yang paling jarang/tidak pernah Anda pakai pada 2015. Sumbangkan kepada orang yang membutuhkan, siapa pun yang Anda temui dalam perjalanan (misalnya, pemulung). Rangga Permana Limianto, Jogjakarta

18. Tidak Menawar di Pasar Tradisional

Saya akan menyiapkan uang pas saat antre masuk parkir mal/tol supaya tidak menimbulkan antrean di belakang saya, karena petugas harus menyiapkan uang kembali.

Saya tidak akan menawar lagi harga ayam/daging yang saya beli apabila belanja di pasar tradisional, karena di pasar swalayan saya toh membelinya dengan harga lebih mahal tanpa menawar.

Sebab, menurut saya, di pasar mereka adalah pejuang-pejuang keluarga yang keuntungannya dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sri Redjeki, Surabaya

19. Jangan Meneror dengan Bau Mulut

Banyak orang yang punya masalah bau mulut. Sikat gigi dan obat kumur nggak banyak membantu. Yang simpel ya bawa permen mint atau rasa buah biar napas tetap segeeer untuk ngobrol sama orang.

Siapkan itu di saku baju Anda. Ingat, bau mulut bisa jadi teror untuk orang lain. M. Choirul Umam, Kediri

20. Pacaran Jangan di Pinggiran

Resolusi simple:

1. Berdoa dulu sebelum pergi ke luar rumah.

2. Pacaran waktu malam jangan di pinggir jalan/jembatan.

3. Berusaha menepati janji yang dibuat.

4. Bekerja sepenuh hati seperti melakukannya untuk Tuhan, bukan untuk atasan/bos.

Semoga bermanfaat bagi semua yang membacanya. Tedy Hartono, Surabaya

21. Botol Bekas yang Bermanfaat

Hidup itu perlu bantuan orang lain, maka dari itu setiap hal yang sederhana bisa kita manfaatkan. Misalnya, botol bekas minuman. Caranya, botol yang sudah tidak kita pakai kita isi bensin sampai penuh. Lalu, tutup dan masukkan ke dalam jok motor Anda.

Gunanya? Ketika ada orang di jalan mendorong motor, Anda tanya mengapa. Jika kehabisan bensin, Anda bisa berhenti dan berikan kepada yang membutuhkan. Pasti bermanfaat. Ingat, kasih secara gratis, karena mereka biasanya akan tanya berapa.

Bilang saja tidak usah bayar, cukup bagi bapak/ibu itu untuk mengikuti cara kita ini. Lumayan bisa menolong mereka mencari tempat penjual bensin terdekat.

Ini sering saya lakukan bukan untuk pamer, tapi supaya bermanfaat. Dan alhamdulillah, ketika saya sendiri lupa mengisi bensin, bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri.

Sudah waktunya ketika ada yang mendorong motor, kita peduli…

Silakan dicoba. Supriyanto, Kapuas, Kalimantan Tengah

22. Ingin Presiden Baca Komik Naruto

Resolusi simple saya, ganti kebiasaan nonton infotainment dengan membaca. Boleh novel, boleh komik, boleh juga koran.

Siapa bilang komik tidak mendidik? Kalau bisa, saya ingin presiden, menteri, wakil rakyat, dan polisi semua membaca Naruto. Belajar dari bagaimana Naruto dan ninja lainnya berkorban bagi desa, bagi sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Dan khusus untuk presiden kita, bagaimana Naruto menggerakkan orang lain untuk bekerja bersamanya.

Koran Jawa Pos juga sumber bacaan yang baik, karena banyak artikelnya yang menginspirasi, membangkitkan semangat. Contohnya, artikel Pak DI. Jangan pernah berhenti menulis ya, Pak.

Membaca lama-kelamaan menambah wawasan, menumbuhkan perspektif. Anda akan kaget melihat bagaimana kebiasaan ini mengubah Anda. Dari membicarakan orang lain, siapa tahu kita belajar membicarakan ide dan hal-hal yang bermanfaat, belajar untuk lebih peduli. Lana Novita Sutandi, Surabaya

23. Senyum, Maaf, Terima Kasih

Resolusi 2016 yang bisa diterapkan oleh semua orang adalah:

1. Tersenyum kepada orang lain. Dengan tersenyum, berarti kita melestarikan budaya Indonesia yang dikenal dengan negara yang ramah dan tentunya kita lebih sehat karena kita bisa melepaskan pikiran/stres.

2. Menyatakan maaf. Dengan menyatakan maaf kepada orang lain, baik salah maupun tidak, kita bisa menambah keakraban dan menjadi akur dengan orang lain (terjalin hubungan yang baik).

3. Berterima kasih. Kebiasaan berterima kasih mulai langka dewasa ini, karena masing-masing orang sudah merasa paling betul dan paling baik. Alangkah baiknya dan indahnya bila TERSENYUM, MENYATAKAN MAAF, dan BERTERIMA KASIH dapat kita terapkan pada keseharian kita ke depan. Dewi Maharani Annisarura

24. Tak Perlu Berdesak-desakan

Tidak perlu berdesak-desakan ketika akan masuk pesawat terbang (boarding) karena pasti dapat tempat duduk. Septian Prahastudhi, Sidoarjo

25. Sempatkan Donor Darah

Resolusi pada 2016: Saya ingin menyempatkan waktu untuk mendonorkan darah (donor darah sukarela) setiap 75 hari sekali di cabang PMI terdekat, dengan mengajak semua orang terdekat yang saya kenal.

Donor darah kan kegiatan sederhana serta tidak memerlukan modal dan pengorbanan yang besar. Cukup kita dalam keadaan fisik yang sehat, kemudian luangkan waktu 15 menit di PMI terdekat.

Darah kita yang cuma bisa bertahan satu bulan insya Allah akan bermanfaat untuk semua orang yang membutuhkan.

Ayo kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup baru semua orang pada tahun 2016. Mohammad Andika Pratama, Jayapura

26. Jangan Lupa Menutup Keran

Sering saya amati tentang penggunaan air di fasilitas umum, terutama toilet. Paling sering adalah tidak menutup keran air setelah menggunakan. Padahal, biasanya papan peringatan agar mematikan air setelah pemakaian sudah ditempel cukup besar.

Saya pun pernah ke toilet salah satu masjid besar di suatu kota. Saat saya masuk, ternyata keran air yang mengisi bak terbuka sehingga air mengalir deras sampai lantai dalam toiletnya banjir.

Iseng saya coba cek ke sepuluh toilet lainnya. Ternyata, sebagian toilet bernasib sama. Keran air terbuka sampai lantai banjir. Tanpa ada yang peduli.

Hal itu sering terjadi di toilet beberapa tempat seperti tempat ibadah, tempat wisata, SPBU, dan rumah makan. Umumnya memang di tempat yang jarang petugas kebersihannya dan gratis pemakaiannya.

Mungkin karena merasa tidak ikut memikirkan biaya operasional air sehingga kurang peduli.

Saya berharap kita semua bisa lebih peduli pada hal kecil ini. Terutama di fasilitas umum. Agar air bersih tidak mubazir terbuang begitu saja. Fakhriza Rakhman, Malang

27. Mematikan Mesin Motor saat Antre SPBU

Betapa beratnya mematikan mesin motor saat mengantre di SPBU. Begitu kira-kira pikiran saya saat antre membeli bensin. Saya ternyata tidak sendirian. Banyak orang yang seperti saya, antre sambil mesin sepeda motor tetap menyala. Mesin baru dimatikan saat tiba giliran diisi petugas pengisian di SPBU karena kunci motor digunakan untuk membuka jok.

Tidak jarang antrean di SPBU sangat panjang. Saya mencoba membuat hitung-hitungan kasar. Misalnya, ada sepuluh orang antre dan waktu pengisian sepeda motor rata-rata 2 menit, pengantre ke-10 akan menghabiskan waktu 20 menit. Itu setara dengan jarak 5–10 km.

Meski, konsumsi bahan bakar ketika mesin menyala dan kendaraan berjalan lebih besar dibandingkan mesin motor yang menyala saat kendaraan berhenti. Dengan mematikan mesin, saya yakin kita bisa menghemat BBM.

Tahun 2016 ini saya memantapkan diri untuk selalu mematikan mesin sepeda motor saat mengantre di SPBU. Mungkin mematikan mesin saat mengantre adalah hal yang sepele. Tapi, jika dihitung dengan jumlah kendaraan bermotor, berapa liter BBM yang bisa dihemat? Tentu saja tip saya hanya cocok untuk sepeda motor. Anda yang memakai mobil ingin mencoba? Silakan asal mau mendorong mobil Anda saat tiba giliran mengisi BBM. Faridatul Muniroh, Semarang

28. Makan tanpa Sound Effect

Dear Jawa Pos,

Dua hal yang saya tunggu baca rubrik di Jawa Pos:

1. Rubrik dari Pak Dahlan

2. Rubrik dari Mas Azrul

Untuk Mas Azrul, awalnya sedikit apatis saya untuk baca, eeehhh sampai ke sini jadi ketagihan, hahaha. Saya suka gaya berpikir anak muda Indonesia yang benar-benar mengadopsi budaya negara maju dengan benar untuk diterapkan di negara kita tercinta dalam aktivitas sehari-hari. Semoga saya juga dapat berkesempatan mengikuti jejak Anda... Amiiin.

Oiaaa... Resolusi simple untuk 2016: Good behavior/attitude dengan cara:

1. Tidak pernah segan dan malu untuk bilang ’’Terima Kasih’’ kepada siapa saja (Otomatis atas bentuk bantuan sekecil apa pun).

2. Tidak pernah segan dan malu untuk bilang ’’Maaf’’ kepada siapa saja (otomatis atas bentuk kesalahan sekecil apa pun).

3. Mulai sekarang biasakan makan dengan tidak ada efek suara mulut (kata ibu saya dulu kayak kuda/jaran ’’bahasa Jawanya’’).

Happy New Year, semoga kita semua dapat saling berbagi lebih banyak kebaikan demi kualitas hidup yang lebih baik. Masjaya, Sidoarjo

29. Jangan Jauhkan Yang Dekat

Mematikan smartphone atau setidaknya mematikan layanan internet smartphone saat bercengkerama bersama teman atau sanak family. Sering saya lihat, kita berkumpul, tapi sibuk dengan gadget masing-masing. Bukankah fungsi gadget (smartphone) itu mendekatkan yang jauh, bukan malah menjauhkan yang dekat? Davit Joko Nugroho, Sidoarjo

30. Pastikan Baca sampai Habis

Sebelum membagikan artikel berita atau apa pun di media sosial, pastikan sudah membacanya sampai habis. Dan jangan mudah percaya dengan berita dari portal berita online yang nggak jelas apalagi sampai berani membagikannya. Intan Mukti Theresa, Sidoarjo

CATATAN AZRUL ANANDA:

Lho, kok ada 30 resolusi yang dimuat? Ini bukan kesalahan. Ini memang disengaja. Hadiahnya berhasil ditambah. Bukan hanya 20 orang yang mendapatkan masing-masing Rp 1 juta, melainkan 30 orang!

Ya, ada beberapa yang mirip dengan satu sama lain. Ada yang superpendek. Ada yang agak panjang. Tapi, sekali lagi, hak yang memilih untuk menentukan.

Bagi yang tidak dipilih, sekali lagi jangan kecewa, dan memang tidak boleh protes, hehehe…

Oh ya, ada bonus piagam penghargaan buat mereka yang resolusinya dimuat di halaman ini!

Happy Wednesday! (*)

Lima Besar Persentase Kiriman Resolusi 2016

1. Mengubah mindset menjadi lebih baik= 30 Persen
(Termasuk di dalamnya bersyukur, menahan marah, lebih peduli kepada orang lain, meningkatkan kualitas dan percaya diri, menghabiskan makan).

2. Lebih peduli pada lingkungan= 22 Persen
(Termasuk menanam pohon, tidak membuang sampah sembarang, tidak meludah sembarangan)

3. Lebih tertib berlalu lintas= 12 Persen

4. Lebih rajin tersenyum= 8 Persen

5. Mengurangi penggunaan gadget dan bijak bermedsos= 7 Persen

Editor           : arwan
Reporter      :

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up