
Investor melihat pergerakan kripto Bitcoin melalui handphone di Depok, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).
JawaPos.com - Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia dinilai semakin menunjukkan arah positif setelah jumlah pengguna mencapai 21,37 juta per Maret 2026. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angka tersebut meningkat 1,43 persen dibanding bulan sebelumnya.
CEO Indodax William Sutanto menilai kenaikan jumlah investor dan transaksi menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri kripto yang telah berada dalam pengawasan regulator.
"Kami melihat data OJK ini sebagai sinyal positif terhadap perkembangan industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto yang teregulasi terus meningkat," ujar William seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Data OJK juga mencatat transaksi spot aset kripto mencapai Rp 22,24 triliun. Sementara itu, transaksi derivatif mengalami pertumbuhan 14,26 persen menjadi Rp 5,80 triliun.
Di tengah pertumbuhan industri tersebut, Indodax mengklaim memiliki kontribusi signifikan dengan jumlah pengguna mencapai 9,9 juta orang. Adapun nilai transaksi perusahaan tercatat sebesar Rp 8,45 triliun atau setara sekitar 38 persen dari total transaksi kripto nasional pada periode yang sama.
William menjelaskan kapitalisasi pasar aset keuangan digital dan kripto nasional memang mengalami koreksi tipis sebesar 0,97 persen secara bulanan menjadi Rp 23,36 triliun. Namun, kondisi tersebut dinilai masih normal mengingat pasar global tengah dipengaruhi berbagai sentimen eksternal.
Menurut dia, fluktuasi pasar saat ini dipicu oleh sejumlah faktor seperti kebijakan suku bunga global, data inflasi Amerika Serikat, hingga tensi geopolitik internasional.
Meski begitu, aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia dinilai masih bergerak cukup sehat. Hal itu tercermin dari nilai transaksi spot kripto yang tetap tinggi di level Rp 22,24 triliun serta pertumbuhan transaksi aset keuangan digital yang naik 14,26 persen menjadi Rp 5,80 triliun.
"Stabilnya partisipasi investor ritel dan institusional juga menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk kripto, tetap terjaga di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang," kata William.
Ia menilai investor kripto di Indonesia kini mulai lebih matang dalam menghadapi volatilitas pasar. Menurutnya, fluktuasi harga merupakan karakter alami industri aset digital, terutama ketika pasar global dipengaruhi isu suku bunga, likuiditas, hingga konflik geopolitik di Timur Tengah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022