
Iced coffee buatan rumahan yang mencerminkan tren global minuman kopi dingin yang kini digemari Gen Z dan Milenial. (Agusvita Dwiatila)
JawaPos.com - Minuman kopi dingin seperti ice americano, iced coffee, hingga cold brew terus menunjukkan performa kuat di pasar global. Dalam beberapa laporan terbaru, terlihat bahwa kelompok anak muda khususnya Gen Z dan Milenial menjadi pendorong utama lonjakan konsumsi kopi dingin berkat kecenderungan mereka pada minuman yang praktis, segar, dan mudah dibawa ke mana saja.
Menurut laporan dari GlobalData, minat terhadap ready-to-drink (RTD) iced coffee mengalami peningkatan tajam dalam setahun terakhir. Mereka mencatat bahwa lebih dari sepertiga Gen Z dan Milenial masuk kategori “big spenders” dalam konsumsi kopi harian. Bahkan, sekitar seperempat konsumen di Amerika Serikat kini mengaku menikmati iced coffee setiap hari, angka yang meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Sumber lain dari Straits Research mencatat bahwa pasar cold brew juga bergerak cepat. Nilainya diyakini akan meroket dari 1,54 miliar dolar AS pada 2025 dan berpotensi mencapai 4,01 miliar dolar AS pada 2033. Peningkatan ini didorong oleh preferensi konsumen terhadap kopi rendah asam, pilihan rasa yang lebih beragam, serta tren grab-and-go yang semakin menjadi bagian dari kehidupan modern.
Analisis dari Accio menunjukkan bahwa minat konsumen juga menjalar ke produk kopi dingin dengan fungsi tambahan. Mulai dari kopi yang mengandung adaptogen, ekstra protein, hingga kolagen semuanya sedang banyak dicari. Tidak hanya itu, budaya membawa tumbler atau cup ramah lingkungan turut mendukung popularitas kopi dingin, menjadikannya bagian dari gaya hidup yang lebih personal dan estetik.
Besarnya peluang pasar turut menarik perhatian produsen besar. Dalam laporan Beverage Daily, Nestlé melaporkan pertumbuhan signifikan pada kategori kopi dingin hingga mencetak penjualan sekitar CHF 1 miliar sepanjang 2024. Perusahaan tersebut merilis beberapa inovasi, termasuk Nescafé Espresso Concentrate dan Nescafé Ice Roast, yang dirancang agar bisa langsung diseduh dengan air dingin tanpa mengurangi kualitas rasa.
Sementara itu, proyeksi dari Coherent Market Insights memperkuat gambaran bahwa pasar iced coffee berada pada jalur positif. Mereka memperkirakan nilai pasar globalnya akan naik dari 6,12 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 10,08 miliar dolar AS pada 2032. Pertumbuhan ini tak lepas dari variasi produk yang makin kreatif, ekspansi penjualan lewat platform online, serta tingginya mobilitas masyarakat urban.
Melihat tren yang terus menguat, minuman kopi dingin tampaknya akan tetap menjadi bintang di industri minuman dalam beberapa tahun ke depan. Baik perusahaan besar maupun usaha kopi independen kini berlomba menghadirkan inovasi rasa, kemasan, hingga konsep ramah lingkungan untuk menarik konsumen modern yang semakin selektif. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022