
Ilustrasi sambal pindang (Instagrm @diahdy123)
JawaPos.com - Sambal pindang khas Surabaya menjadi salah satu sajian rumahan yang sederhana, tetapi mampu menggugah selera makan.
Meski hanya menggunakan ikan pindang sebagai bahan utama, perpaduan bumbu dan petis khas Jawa Timur membuat rasanya begitu kaya, gurih, dan pedasnya nendang.
Tak heran jika menu ini sering bikin siapa saja sulit berhenti makan. Cocok disajikan sebagai lauk harian, sambal pindang ini juga praktis dibuat di rumah.
Dilansir dari YouTube Dapur Cantik Channel, Sabtu (28/3), berikut cara masak sambal pindang khas Surabaya dengan cita rasa yang medok.
Bahan Sambal Pindang Surabaya
- 15 ekor ikan pindang keranjang
- 1 sdm gula merah
- 2 sdm petis ikan Madura
- 1 sdt terasi udang
- 2 sdt kaldu jamur
- 250 ml air
Bumbu halus:
- 125 gram bawang merah
- 60 gram bawang putih
- 50 gram cabai merah besar
- 50 gram cabai keriting merah
- 75 gram cabai rawit merah
- 100 gram tomat merah
Cara Membuat Sambal Pindang Surabaya
Langkah pertama, goreng ikan pindang hingga berwarna kecokelatan. Setelah itu, ambil bagian dagingnya saja dan sisihkan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
