Rekomendasi tempat cafe dengan kuliner enak yang buka 24 jam di Jogja. / FReepik
JawaPos.com – Yogyakarta selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta wisata kuliner yang mencari tempat santai.
Kamu bisa menemukan berbagai pilihan cafe menarik yang siap menyambut kedatangan pengunjung setiap saat.
Banyak titik berkumpul yang menyediakan layanan operasional selama 24 jam penuh untuk kenyamanan para tamu.
Dilansir dari laman Go Travelly dan Telkomsel pada Kamis (16/4), berikut 19 rekomendasi tempat cafe dengan kuliner enak yang buka 24 jam di Jogja.
Baca Juga: 20 Rekomendasi Cafe di Ponorogo: Sajian Kuliner Unik dari Kopi Lokal sampai Makanan Sedap Maksimal
1. Silol kopi & eatery
Tempat ini berada di kawasan Jalan Suroto, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman yang menawarkan bangunan modern bergaya rumah kaca.
Kamu akan menemukan dekorasi unik berupa kendaraan antik serta hiburan musik langsung yang membuat suasana berkumpul semakin menyenangkan.
2. Ada coffee
Kedai tersembunyi yang berlokasi di Jalan Cokrodipuran nomor 20, Gondomanan ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai ketenangan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
